BRMP Palma Gandeng Pewarta Deprov Gelar FGD Untuk Bahas Produktivitas dan Tantangan Kelapa di Sulut

Netizensulut.com, SULUT – Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Palma atau BRMP Palma menggandeng Organisasi Profesi Jurnalis Persastuan Wartawan Deprov (Pewarta Deprov) guna mengelar kegiatan Forum Group Discussion (FGD) tentang Produktivitas dan Tantangan Kelapa di Sulut.

Kegiatan yang dilangsungkan di Lahan BRMP Palma ini menghadirkan Narasumber yang kredibel seperti, Kepala BRMP Palma DR. Stivie Karouw, STP.,M.Sc, Kepala Dinas Perkebunan Sulut Ir. Ronald Sorongan, Ketua LSM Peduli Petani, Peternak dan Nelayanan Ir. Julius Jems Tuuk, Perwakilan Pengusaha Industri Kelapa PT Royal Coconut Ir. Lucky Kiobol dan Juga Sekretaris Apeksu Ir. Edwin Monding.

Dalam kesempatan sambutannya, Kepala Balai BRMP Palma mengucapkan terimakasih atas kehadiran para narasumber dan juga perwakilan petani kelapa serta Pengusaha dibidang kelapa yang ada di Sulawesi utara atas partisipasinya dalam kelancaran kegiatan FGD tersebut.

Kepala Balai juga mengutarakan bahwasanya nama dari Balai yang ia Pimpin ini sudah banyak berganti nama sehingga sampai saat ini diberi nama BRMP Tanaman Palma.

“Balai kami sudah banyak kali berganti nama dan sekarang namanya BRMP Tanaman Palma, tapi banyak Stakeholder mengenal BALITKA karena lebih populer. Namun apapun itu, masyarakat Petani menunggu karya kita.” kata Kabalai BRMP Stivie Karouw. Jumat (25/07/2025) di Salah satu lahan Perkebunan Milik BRMP Tanaman Palma.

DR. Stivie juga berharap agar kiranya dalam rangka meningkatkan kelapa di Sulut tidak perlu berlama-lama, sehingga apa yang seperti disampaikan oleh Gubernur untuk mengembalikan kejayaan kelapa di Sulut cepat terlaksana.

“kami dari BRMP Tanaman Palma Siap untuk berkolaborasi, saya sudah menyampaikan kegiatan kita pada hari ini kepada Pimpinan saya di Bogor (Minggu lalu), dan Kapus kami berharap untuk terus bergerak cepat karena bergerak lambat sudah tidak lagi untuk zaman seperti saat ini.” tutur Kabalai BRMP.

FGD ini berjalan dengan baik hingga selesai, walaupun ada banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh audiens yang hadir saat itu, tapi para Narasumber masih dapat menjawab secara detail dan kongkrit dalam jalannya FGD.

Adapun dalam Diskusi, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi utara mendapat pertanyaan dari audiens mengenai data tanaman kelapa di Sulut untuk 10 tahun terakhir.

menjawab pertanyaan tersebut, Kepala Dinas mengatakan bahwasanya data tersebut ada di kantor Dinas Perkebunan Sulut, namun untuk yang dipublikasi secara online dari pihak Dinas belum melakukannya.

“Kalau soal data, katanya 10 tahun terakhir tidak ada data. perlu kami klarifikasi bahwa sebenarnya datanya ada, tapi saya sebagai kepala dinas perkebunan ingin menginformasikan kalau di dinas ada, tapi kalau yang diupload di internet itu bukan orang dinas yang menginformasikan. apalagi di kantor dinas di Kalasey sana jaringannya jelek sekali. dan kedua Tim media yang ada di dinas perkebunan memang masih kurang aktif dan itu adalah tanggungjawab saya sebagai kepala dinas tapi tanggungjawab saya baru tahun 2025 ini.” ujar Kadis Perkebunan.

Ia juga menambahkan, “tapi kalau data laporan dikantor dinas ada terpampang itu semua. tapi yang resmi merilis data produksi tanaman kelapa di Sulawesi utara itu ada BPS Sulut. kami tidak bisa merilis secara sendiri, tapi itu harus dasar hitungan BPS Sulawesi utara.” terangnya.

Melihat Persoalan Dinas Perkebunan Sulut terkait data yang di publish, salah satu Narasumber mengusulkan kepada kepala dinas untuk membuat website dinas agar supaya data bisa up to date.

tiba pada Kesempatannya, Ketua LSM Peduli Petani, Peternak dan Nelayan Sulut Ir. Julius Jems Tuuk memberikan pandangan yang briliant dalam melihat persoalan produktivitas kelapa di Sulut.

Menurutnya, Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya produksi kelapa di Sulut ialah Alih fungsi Lahan serta kurangnya peremajaan kelapa.

Adapun sebagai Tim Ahli Bidang Ekonomi Gubernur Sulut Yulius Selvanus, ia menjabarkan Komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut dalam upaya untuk mengembalikan kejayaan Kelapa di Sulawesi utara.

“Gubernur kita Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan Wakil Gubernur DR. Johanis Victor Mailangkay, SH.,MH punya komitmen kuat untuk mengembalikan kembali kejayaan kelapa di Sulut supaya Nyiur Melambai yang lagi menunduk kembali Melambai lagi.” ucap Jems Tuuk.

Mantan Anggota Dewan ini juga mengungkapkan bahwa di Sulawesi utara ada lahan sebesar 107.000 Hektar yang perlu diremajakan.

“salah satu penyebab utama akibat banyaknya pohon kelapa ditebang dan dijual keluar daerah, saya pernah saksikan sendiri rata-rata 40-an kontainer setiap minggu pohon kelapa dari sulut dikirim ke luar daerah melalui pelabuhan Bitung dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, kalau ini tidak diantisipasi bagaimana produksi kelapa kita kedepan.” ungkap JT sapaan akrabnya.

Ia juga secara sederhana menjelaskan kepada audiens yang hadir bahwa jika lahan sebesar 107.000 Hektar di isi dengan bibit kelapa, maka Sulut membutuhkan 11juta Bibit kelapa dan ada potensi pendapatan masyarakat Sulut sekitar 7,6 Triliun per tahun.

“Gubernur Yulius punya pemikiran yang sama dengan kita semua untuk kesejahteraan masyarakat petani kelapa bagaimana mencari solusi menghadapi kekurangan produksi kelapa. berdasarkan itu saya berkomunikasi dengan kepala Balai Pengujian Standar Instrumen  Tanaman Palma DR. Stivie Karouw dan ini disambut baik, beliau punya komitmen yang sama dengan pak Gubernur.” tegasnya.

Jems Tuuk juga secara terbuka mengatakan bahwa dengan kondisi APBD Sulut saat ini memang perlu ada dorongan support dari para pengusaha kelapa di Sulut.

“Dengan Komitmen yang kuat pak Gubernur Yulius Selvanus terus mendorong para pengusaha industri kelapa membantu pengadaan bibit melalui CSR bersama Kementerian terkati bergandengan tangan mengatasi kekurangan produksi kelapa kita, saya meyakini di tangan pak Gubernur Yulius Selvanus Produsi Kelapa di Sulawesi utara kembali menuju ke masa kejayaan.” tutup Jems Tuuk.

Perlu diketahui juga, yang hadir dalam FGD tersebut ada Perwakilan Petani Kelapa dan beberapa Jurnalis serta Ibu Aprilia Direktur PT Coco Prima yang merupakan salah satu dari Pengusaha dibidang kelapa di Sulut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *