Netizensulut.com, SULUT – Dalam FGD Pansus Ranperda Kepemudaan DPRD Sulut, Perwakilan HIPMI Natanael Pepah dibuat Malu oleh OKP yang tergabung dalam Cipayung plus.
Panitia Khusus atau Pansus Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) DPRD Sulut menggelar kegiatan Focus Group Discusion (FGD) dengan menghadirkan Perwakilan-perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) serta Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
Kegiatan yang digelar oleh Pansus Ranperda Kepemudaan ini berlangsung di ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut, Rabu (02/06/2025).
Pada dasarnya, Pansus Ranperda ini menghadirkan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) ini guna ingin mendengarkan Pandangan juga masukan serta berdiskusi mengenai peran Kepemudaan dan persoalan-persoalan strategis di kalangan pemuda di Sulawesi utara.
Awalnya FGD berjalan baik-baik saja dengan saling memberikan pandangan dan masukan antara OKP dan Pansus.
Namun, Didalam kesempatannya menyampaikan Pendangannya. Perwakilan HIPMI Sulut Natanael Pepah menyinggung soal pandangan dan masukan dari perwakilan OKP yang lain dengan pernyataan yang menyayat hati para aktivis yang hadir dalam FGD itu.
“Ini mereka (Aktivis/OKP) terlalu mendramatisir semua ini. ini poin per poin, butir per butir sebenarnya sudah jelas. kenapa mendramatisir lagi.” kata Pepah.
Pernyataan yang tidak seharusnya keluar dari mulut seorang Anggota DPRD Kota Manado aktif ini, langsung mendapat tanggapan dari perwakilan OKP yang hadir saat itu.
Tanggapan dari OKP itupun membuat Natanael Pepah terdiam dan merasa dipermalukan karena terkesan tidak memahami konteks FGD.
Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Umum Badko HMI SulutGo Ramlan Tinamongan.
Ia mengatakan tidak setuju dengan apa yang di sampaikan oleh Natanael Pepah saat itu, sembari menyinggung Pepah dengan basic ilmu yang ia tekuni.
“Saya berlatar belakang sosiologi, khususnya Sosiologi Kesehatan. Dalam ilmu yang saya pelajari, orang yang mudah terpengaruh itu biasanya karena dua hal, yaitu Otaknya kosong atau perutnya kosong.” tutur Ramlan.
Ia pun menolak anggapan Pepah bahwa Aktivis mendramatisir, “Forum ini adalah ruang diskusi dan dinamika itu wajar terjadi. saya tidak sepakat dengan pernyataan bung Pepah.” terang Ramlan.
Ketua DPD IMM Sulut, Moh. Fikli Olola juga memberikan tanggapannya atas pernyataan kontroversi dari Pepah.
Menurut Fikli, tudingan yang Pepah sampaikan itu merujuk pada Kemalasan berpikir.
“Mengatakan Aktivis mendramatisir adalah bentuk Kemalasan berpikir.” tegas Fikli.
Sementara itu, Ketua DPD GMNI Sulut Taufik Poli menyayangkan narasi yang disampaikan oleh Pepah. menurutnya, Masukan-masukan yang disampaikan ke Pansus termasuk yang diberikan oleh GMNI merupakan isu-isu strategis Pemuda Sulut.
“Kami tidak mendramatisir. kami bicara soal pengangguran, Informalisasi kerja anak muda, serta akses pendidikan yang masih jauh dari harapan. itu hal-hal kongkret yang perlu dijawab Ranperda ini.” jelas Poli.
Setelah mendengar kritikan dari Cipayung Plus mengenai pernyataan kontroversinya, Natanael Pepah terlihat hanya terdiam dan terlihat malu.
Perlu diketahui, Ketua Panitia Khusus Ranperda Kepemudaan Anggota DPRD Sulut Eldo Wongkar memimpin jalannya FGD tersebut dengan didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Stella Runtuwene juga jajaran anggota Pansus DPRD Sulut.

