Pemerintah Bakal Kembalikan Kejayaan Kelapa di Sulut, Jems Tuuk : Saya Yakin Nyiur Melambai akan Kembali Melambai di Tangan YSK-VICTOR

Netizensulut.com, SULUT – Provinsi Sulawesi utara pernah merasakan kejayaan kelapa pada masanya, namun apakah kejayaan itu bisa terwujud kembali di era seperti saat ini ?

Menghadapi tantangan soal Penurunan Produksi Kelapa, Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi utara terus berupaya mencari solusi dalam meningkatkan produksi Kelapa di Sulut.

Ir. Julius Jems Tuuk selaku Ketua LSM Peduli Petani, Peternak  dan Nelayan Sulut dan juga selaku Tim Ahli bidang Ekonomi Gubernur Yulius Selvanus mengatakan bahwa di tangan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay Kejayaan kelapa di Sulut bisa kembali terulang.

hal itu ia utarakan saat dalam kegiatan FGD yang di gelar oleh BRMP Palma yang bekerjasama dengan Pewarta Deprov pada Jumat (25/07/2025) di lahan kebun dari Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Palma Sulawesi utara.

“Gubernur kita Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan Wakil Gubernur DR. J. Victor Mailangkay, SH.MH punya komitmen kuat untuk mengembalikan kembali kejayaan kelapa di Sulut supaya Nyiur Melambai yang lagi menunduk kembali Melambai lagi.” kata Jems Tuuk dalam Forum Discussion Group (FGD).

Ia juga tak lupa menjabarkan beberapa sumber utama yang membuat menurunnya produksi kelapa di sulut.

Menurturnya, Penyebab Penurunan produksi kelapa di Sulut di picu oleh dua hal ini, yang pertama Alih fungsi lahan dan yang kedua kurangnya Peremajaan tanaman kelapa di Sulut.

Tim Ahli Gubernur Sulut itu juga mengungkapkan bahwa di Sulawesi utara hingga saat ini memiliki 107.000 Hektar Lahan untuk bisa dilakukan peremajan kelapa.

“salah satu penyebab utama akibat banyaknya pohon kelapa ditebang dan dijual ke luar daerah, saya pernah saksikan sendiri rata-rata 40 kontainer setiap minggu pohon kelapa dari sulut dikirim ke luar daerah melalui pelabuhan Bitung dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, kalau ini tidak diantisipasi bagaimana produksi kelapa kita kedepan,: ungkapnya.

Tak hanya disitu, Jems Tuuk juga menjabarkan secara singkat bahwa jika lahan 107.000 hektar tersebut dilakukan peremajaan pohon kelapa, maka bibit kelapa yang dibutuhkan sebanyak 11 juta bibit pohon kelapa. dan dari angka tersebut, maka ada potensi pendapatan masyarakat Sulawesi utara sekitar 7,6 Triliun per tahun.

Ia juga mengatakan, “Pak Gubernur Yulius Selvanus punya pemikiran yang sama dengan kita semua untuk kesejahteraan masyarakat petani kelapa, bagaimana mencari solusi menghadapi kekurangan produksi kelapa. berdasarkan itu saya berkomunikasi dengan kepala Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Palma DR. Stivie Karouw, STP,M.SC dan ini di sambut baik, Beliau punya Komitmen yang sama dengan pak Gubernur.” jelasnya.

Meski Tuuk juga mengakui Pemerintah daerah hanya mampu memenuhi kebutuhan 1 persen dari kebutuhan 11 juta bibit kelapa karena keterbatasan kemampuan APBD saat ini.

“Dengan komitmen yang kuat pak Gubernur Yulius Selvanus terus mendorong para pengusaha industri kelapa membantu pengadaan bibit melalui CSR bersama Kementerian terkait bergandengan tangan mengatasi kekurangan produksi kelapa kita, saya meyakini di tangan pak Gubernur Yulius Selvanus produksi kelapa di Sulawesi Utara kembali menuju ke masa kejayaan,” tutup Tuuk.

Perlu diketahui bahwa FGD tersebut Mengusung Tema “Produktivitas dan Tantangan Tanaman Kelapa di Sulawesi Utara”, dan yang hadir dalam kegiatan FGD tersebut Kepala Balai BRMP Tanaman Palma, DR. Stivie Karouw, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi utara, Ir. Ronald Sorongan, Sekretaris Apeksu Sulut, Ir. Edwin Monding,  Perwakilan Pengusaha Industri Kelapa PT Royal Coconut, Ir. Lucky Kiolol, serta perwakilan Petani Kelapa dan juga Insan pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *