Netizensulut.com, SULUT – Turnamen Sepak Bola Antar Karyawan atau Liga Gala Karya Sulut tahun 2025 kini sudah memasuki babak Semi Final.
Ajang yang memperebutkan Piala Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Ketua KONI Sulut Bonifacius Jerry Waleleng ini sempat viral di Medsos karena ada sedikit persoalan teknis yang terjadi dari Laga tim Pemkot Manado vs tim Pemkab Sitaro.
Namun tentunya hal itu tidak menurunkan semangat dari Panitia dan tim yang lain untuk terus memajukan olahraga sepak bola di Sulut.
Melihat kejadian yang sempat menggegerkan jagat maya itu, para pecinta atau pegiat sepak bola di Sulut pun memberikan perhatian lewat dukungan dan support kepada Panitia Pelaksana serta tim-tim yang masih bertanding.
Seperti yang dikatakan oleh Salah satu Pegiat Olahraga sepak Bola Daniel Daud Ondang.
Daniel mengatakan, “Dinamika itu pasti ada, tetapi tinggal bagaimana cara panitia itu mengatasinya.” Kata Daniel saat diwawancarai awak media ini di Area Lapangan Koni-Sario, Rabu (27/08/2025).
Ia pun memberikan dukungan kepada Panitia Pelaksana untuk terus melangkah kedepan sambil berbenah agar supaya gairah sepak bola di Sulut semakin meningkat.
“Saya mendukung dan terus mensupport Panitia Pelaksana Liga Gala Karya Sulut tahun 2025 ini, karena Turnamen ini tidak akan terlaksana kalau tidak ada upaya maksimal dari panitia.” Tuturnya.
Ondang juga menerangkan walaupun ditengah keterbatasan panitia, kita perlu melihat upaya-upaya dari penitia itu sendiri.
“Pemberian diri mereka dengan mengorbankan waktu dan tenaga serta pemikiran, hal seperti itu juga perlu kita lihat. dan tentunya evaluasi juga tetap sejalan.” Tutupnya.
Sekedar informasi bahwa atas kejadian yang viral sebelumnya, Panitia Disiplin Liga Gala Karya 2025 langsung membuat rapat dan mengeluarkan keputusan resmi dengan mendiskualifikasi Tim Pemkot Manado.

