Netizensulut.com, SULUT – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kelembagaan.
Rakor yang dilaksanakan secara daring pada Selasa (14/10) ini bertujuan untuk memastikan soliditas dan kesiapan jajaran KPU dalam menghadapi tahapan Pemilu/Pilkada ke depan.
Kegiatan ini secara spesifik diikuti oleh unsur-unsur kunci, yaitu Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih (Sosdiklih), Partisipasi Masyarakat (Parmas), dan SDM, serta Sekretaris, dan Kepala Subbagian yang membidangi SDM pada KPU Kabupaten/Kota se-Sulut.
Rapat dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Sulut, Kenly Poluan. Dalam sambutan pembukaannya, Kenly menekankan pentingnya pondasi kelembagaan yang kuat dan etos kerja yang profesional.
“KPU harus solid dan kuat serta bekerja sesuai ketentuan perundang-undangan. Setiap fungsi di dalam divisi harus dimaksimalkan,” ujar Poluan.
Lebih lanjut, Poluan menyoroti pentingnya regenerasi dan transfer ilmu di lingkungan KPU, khususnya dalam berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang tahapan demokrasi, baik dari sisi substansi maupun teknis pelaksanaan, kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru bergabung.
Selain itu, ia juga menegaskan perlunya optimalisasi fungsi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) agar masyarakat dapat memperoleh informasi publik secara transparan, namun tetap mematuhi aturan yang berlaku.
Dari sisi administrasi dan tata kelola, Sekretaris KPU Sulut, Meidy Malonda, dalam arahannya fokus menyoroti urgensi peningkatan kualitas SDM KPU di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“KPU harus mampu melayani dengan SDM yang berkualitas. ASN KPU dituntut untuk adaptif, transparan, dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya. Penguasaan teknologi digital menjadi kunci untuk mewujudkan tata kelola kelembagaan yang transparan dan akuntabel,” ungkapnya.
Sementara itu, pada sesi penguatan kelembagaan, Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Sulut, Awaluddin Umbola, menyoroti aspek kolaborasi internal.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang harmonis sebagai prasyarat dalam memperkuat kelembagaan.
“Setiap unsur di KPU harus saling menguatkan, memotivasi, dan terbuka dalam berdiskusi untuk memecahkan masalah. Dengan harmonisasi dan kerja sama yang baik, roda organisasi akan terus berjalan sesuai fungsinya,” jelas Umbola.
Rakor ini juga dihadiri oleh Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian, serta staf yang membidangi SDM pada KPU Sulut sebagai wujud komitmen menyeluruh.
Melalui kegiatan terpadu ini, KPU Sulut berharap seluruh jajaran di Sulawesi Utara dapat semakin solid, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, dan pada akhirnya dapat menjadi lembaga yang menjunjung tinggi transparansi dan berintegritas dalam penyelenggaraan Pemilu/Pilkada.

