Netizensulut.com, JAKARTA – Sekretaris Kabinet atau Seskab menerima kunjungan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (20/11).
Pertemuan tersebut membahas perkembangan kinerja satu tahun terakhir kementerian, khususnya terkait strategi pengentasan stunting.
Dalam pertemuan itu, Menteri Wihaji melaporkan pengerahan 600 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang disiapkan untuk mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pengerahan tim ini bertujuan memastikan distribusi program MBG Khusus 3B tersalurkan secara tepat sasaran.
Adapun target prioritas program ini mencakup Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui (Busui), serta Balita yang belum masuk Pendidikan Anak Usia Dini (non-PAUD).
Langkah ini di nilai bukan sekadar distribusi bantuan pangan, melainkan fondasi strategis untuk menjamin kesehatan anak-anak Indonesia agar terbebas dari ancaman stunting.
Seskab mengatakan, Hal ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas stunting melalui pendekatan langsung di lapangan.
“Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo dalam memberantas stunting di Indonesia, yang pelaksanaannya kini bergerak dari rumah ke rumah melalui kerja nyata para pendamping keluarga,” ujar Seskab usai pertemuan tersebut.
Melalui mekanisme pendampingan “dari rumah ke rumah” (door-to-door), pemerintah optimistis intervensi gizi dapat menjangkau keluarga yang paling membutuhkan secara akurat dan efektif.
(Nzo)
Sumber: FB Setkab RI

