Netizensulut.com – Seringkali kita mendengar istilah “Negara yang Tidak Pernah Terkena Matahari”, sebuah ungkapan yang memicu imajinasi tentang tempat-tempat yang selalu diselimuti kegelapan abadi.
Namun, secara ilmiah dan geografis, tidak ada satu pun negara yang sepenuhnya dan selamanya tidak pernah melihat matahari.
Frasa ini merujuk pada fenomena alam yang luar biasa dan terjadi hanya di wilayah-wilayah tertentu yang berada dekat dengan Lingkaran Arktik dan Antartika, yang dikenal sebagai Malam Kutub (Polar Night).
Selama periode ini, matahari tidak terbit di atas cakrawala selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
Mengapa Malam Kutub Terjadi?
Penyebab utama fenomena Malam Kutub adalah kemiringan sumbu Bumi (23,5^\circ) relatif terhadap bidang orbitnya mengelilingi Matahari.
Musim Dingin: Selama musim dingin di Belahan Bumi Utara (atau Selatan), sumbu Bumi miring menjauhi Matahari.
Lingkaran Kutub: Akibat kemiringan ini, wilayah di sekitar Kutub Utara (utara Lingkaran Arktik) atau Kutub Selatan (selatan Lingkaran Antartika) tidak mendapatkan sinar matahari langsung.
Matahari tetap berada di bawah cakrawala selama 24 jam sehari.
Meskipun di sebut “malam”, periode ini tidak selalu gelap gulita total.
Biasanya ada periode twilight (senja) di tengah hari yang memberikan sedikit cahaya biru redup, terutama di wilayah yang tidak terlalu dekat dengan kutub.
Berapa “Negara” yang Mengalami Fenomena Ini?
Fenomena Malam Kutub tidak terjadi di seluruh negara, melainkan hanya di wilayah utara dari beberapa negara.
Berikut adalah daftar negara (dan wilayah di bawah yurisdiksi mereka) yang mengalami Malam Kutub, menjadikannya “tempat tanpa matahari” untuk sementara waktu:
1. Norwegia
Wilayah Svalbard (paling utara) dan Tromsø : Hingga 3 bulan (sekitar Nov-Jan di Svalbard) Svalbard sering di sebut sebagai tempat yang paling ekstrem, dengan durasi Malam Kutub yang sangat panjang.
2. Rusia
Murmansk, Dikson, Wilayah Siberia Utara : Lebih dari 40 hari (di Murmansk), Murmansk adalah kota besar terpopuler di Lingkaran Arktik yang mengalami Malam Kutub.
3. Amerika Serikat
Utqiagvik (Barrow), Alaska : Sekitar 65 hari (akhir Nov-akhir Jan), Utqiagvik adalah kota paling utara di AS dan merupakan contoh klasik Malam Kutub.
4. Swedia
Kiruna, Abisko : Sekitar 28-30 hari (Desember-Januari), Wilayah ini terkenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk mengamati Cahaya Utara (Aurora Borealis).
5. Finlandia
Lapland (termasuk Rovaniemi) : Sekitar 50-60 hari (Nov-Feb), Lapland di kenal sebagai rumah Sinterklas dan menawarkan suasana musim dingin yang magis.
6. Denmark (Greenland)
Greenland Utara (seperti Qaanaaq) : Beberapa bulan (bervariasi), Greenland, sebagai pulau terbesar di dunia, memiliki bagian utara yang sangat dekat dengan Kutub Utara.
7. Kanada
Wilayah Nunavut dan Yukon Utara : Bervariasi, hingga 30 hari di beberapa tempat. Komunitas adat di utara Kanada telah beradaptasi dengan kondisi ini selama berabad-abad.
Penjelasan singkat : Ada setidaknya tujuh (7) negara yang memiliki wilayah di Lingkaran Arktik yang mengalami Malam Kutub (periode tanpa matahari terbit) setiap tahun.
Pesona di Balik Kegelapan: Aurora Borealis
Ironisnya, kegelapan panjang yang di bawa oleh Malam Kutub justru menjadi daya tarik utama bagi wisatawan karena kesempatan untuk menyaksikan Aurora Borealis atau Cahaya Utara yang menari-nari di langit.
Di tengah hari yang gelap gulita, jika langit cerah, pertunjukan cahaya kosmik ini dapat di lihat dengan jelas, menawarkan keindahan yang kontras dan magis dengan hamparan salju di bawahnya.
Bagi penduduk setempat, Malam Kutub adalah waktu untuk perayaan dan aktivitas komunitas yang berpusat pada kegelapan dan cahaya buatan yang hangat, membuktikan bahwa kehidupan dapat berkembang bahkan dalam kondisi yang paling ekstrem.
Fenomena ini mengingatkan kita akan kekuatan dan keajaiban gerakan alam semesta yang terus membentuk kehidupan di Bumi.
Alasan Ilmiah Terjadinya Malam Kutub di Negara-negara Arktik
Inti dari fenomena Malam Kutub adalah posisi geografis wilayah tersebut yang berada sangat dekat dengan Kutub Utara (di dalam atau dekat Lingkaran Arktik 66.5^\circ Lintang Utara), di kombinasikan dengan kemiringan sumbu rotasi Bumi.
1. Faktor Utama: Kemiringan Sumbu Bumi
Bumi berputar pada porosnya sambil mengelilingi Matahari.
Poros rotasi Bumi tidak tegak lurus, melainkan miring sekitar 23.5^\circ.
Kemiringan inilah yang menyebabkan terjadinya musim di berbagai belahan Bumi.
Saat Musim Dingin Belahan Utara: Ketika Belahan Bumi Utara mengalami musim dingin (sekitar Desember hingga Maret), sumbu Bumi miring menjauhi Matahari.
Efek “Tersembunyi”: Akibat kemiringan ini, wilayah yang berada jauh di utara (di dalam Lingkaran Arktik), tempat wilayah utara Norwegia, Rusia, Kanada, AS (Alaska), Swedia, Finlandia, dan Greenland berada, tersembunyi dari sinar Matahari langsung.
Matahari di Bawah Cakrawala: Selama periode ini, Matahari tidak pernah naik cukup tinggi untuk melewati cakrawala wilayah tersebut selama 24 jam penuh.
2. Faktor Lokasi: Kedekatan dengan Kutub Utara
Lingkaran Arktik (66.5^\circ LU): Batas geografis yang menentukan kapan fenomena ini dapat terjadi adalah Lingkaran Arktik.
Wilayah yang berada di dalam lingkaran ini memiliki setidaknya satu hari di mana Matahari tidak terbit (Polar Night) dan satu hari di mana Matahari tidak terbenam (Midnight Sun).
Hubungan Jarak & Durasi:
Semakin Dekat ke Kutub: Semakin jauh wilayah suatu negara memasuki Lingkaran Arktik, durasi Malam Kutubnya akan semakin lama.
Contoh: Svalbard (Norwegia) terletak sangat dekat dengan Kutub Utara, sehingga Malam Kutubnya dapat berlangsung hingga hampir 4 bulan.
Sementara itu, kota seperti Kiruna (Swedia) yang sedikit lebih selatan, hanya mengalaminya sekitar satu bulan.
3. Fenomena Senja (Twilight)
Penting untuk di ingat bahwa “Malam Kutub” tidak selalu berarti gelap gulita total seperti tengah malam.
Beberapa wilayah hanya mengalami Malam Kutub Sipil (Civil Polar Night), di mana:
Sedikit Cahaya: Meskipun Matahari tidak terlihat, sebagian wilayah masih menerima cahaya senja yang redup, atau yang disebut senja sipil.
Ini terjadi ketika posisi Matahari kurang dari 6^\circ di bawah cakrawala.
Cahaya ini cukup untuk memungkinkan aktivitas normal di luar ruangan tanpa penerangan buatan.
Kegelapan Total (Malam Astronomi): Hanya wilayah yang paling utara dan paling ekstrem (seperti puncak Kutub Utara) yang mengalami Malam Kutub Astronomi (Astronomical Polar Night), di mana Matahari berada lebih dari 18^\circ di bawah cakrawala, menjadikannya gelap total.
Kesimpulan Sederhana
Ketujuh negara tersebut mengalami “hari tanpa matahari” (Malam Kutub) bukan karena Bumi berhenti berputar, melainkan karena poros Bumi yang miring menyebabkan wilayah utara mereka miring menjauhi Matahari selama musim dingin.
Kondisi ini membuat Matahari tampak seperti “bersembunyi” tepat di bawah garis cakrawala.

