Netizensulut.com, Sulut – Dalam agenda pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun Anggaran (TA) 2026, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara, Stella Runtuwene, melayangkan sorotan tajam terkait Panti Asuhan.
Fokus utama kritiknya adalah keputusan adanya pengurangan drastis anggaran untuk kebutuhan makan minum bagi 64 panti asuhan yang tersebar di wilayah Sulawesi Utara.
Data menunjukkan perbandingan yang mencolok pada tahun 2025, alokasi anggaran makan minum untuk panti-asuhan mencapai Rp2,6 Miliar lebih.
Namun, untuk rancangan tahun 2026, jumlah tersebut di pangkas sangat signifikan, hanya menyisakan Rp239 juta untuk menopang 64 panti.
Menanggapi situasi yang mengkhawatirkan ini, Stella Runtuwene menekankan perlunya perhatian serius dari pihak eksekutif.
“Panti asuhan ini mau bergantung kepada siapa lagi. Jadi saya tekankan pemerintah harus melihat ini panti asuhan,” Ucap Politisi Partai NasDem itu kepada Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Kamis (13/11/2025).
Stella menegaskan bahwa inti dari penyusunan anggaran, baik oleh eksekutif maupun legislatif, harus selalu berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
“Apalagi ini untuk saudara kita yang ada di panti asuhan, tentunya harus menjadi perhatian khusus kita kepada mereka,” Kata anggota legislatif (aleg) dari daerah pemilihan (dapil) Minahasa Selatan-Minahasa Tenggara itu.
Namun, ada kabar baik yang juga terselip. Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Sulut telah melakukan komunikasi langsung terkait isu ini dengan Gubernur Sulut dan direspon positif.
Sebagai tindak lanjut, telah ada kesepakatan mengenai penambahan anggaran di Dinas Sosial, yang secara khusus dialokasikan untuk panti asuhan. (Nzo)

