Sorotan Wakil Ketua DPRD Sulut : Kembali Atensi Kerusakan Jalan dan Pembangunan Talud

Netizensulut.com, Manado – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara, Stella Runtuwene, menyuarakan perhatiannya terhadap dua isu infrastruktur krusial, yaitu kerusakan parah pada ruas jalan Kilometer Tiga – Mitra dan kebutuhan mendesak akan pembangunan talud di Sungai Ranoyapo, Amurang Timur.

Penegasan ini disampaikan oleh Stella Runtuwene di hadapan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulawesi Utara.

Momen tersebut terjadi dalam rapat penting pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Tahun Anggaran 2025, yang diselenggarakan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut pada hari Kamis (13/11/2025).

Mengomentari kondisi jalan yang rusak, legislator dari Partai NasDem ini mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi di lapangan.

“Rusaknya Jalan Kilometer Tiga ke Mitra ini sudah viral di media sosial. Bahkan orang sudah tanam pohon di tengah jalan. Saya harap ini diperhatikan,” Ujar Politisi NasDem itu.

Ia menambahkan bahwa kurangnya perawatan rutin menjadi pemicu utama kerusakan yang terjadi.

“Sekitar enam tahun lalu jalan itu dibuat, tapi tidak ada pemeliharaan disana, nah makanya jalan itu rusak lagi. Saya harapkan pemerintah anggarkan untuk pemeliharaan tiap tahun, karena anggaran pembuatan jalan itu cukup besar,” Sambungnya.

Isu kedua yang di angkat adalah mengenai penanganan Sungai Ranoyapo.

Stella Runtuwene menyebutkan bahwa usulan pembangunan talud sudah pernah ia sampaikan kepada pemerintah pada periode sebelumnya, namun belum terwujud.

Ia juga menceritakan pengalamannya saat masih bertugas di Komisi III DPRD Sulut, di mana ia pernah mengusulkan hal yang sama kepada Balai Wilayah Sungai (BWS).

Pihak BWS memberikan respons bahwa meskipun dahulu merupakan tanggung jawab mereka, kewenangan tersebut kini telah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi.

Melihat dampak langsung pada pemukiman warga, ia kembali menekankan pentingnya pembangunan talud.

“Sungai ranoyapo harus dibuat talud karena di sekitar pesisir banyak masyarakat tinggal. Rumah mereka mulai tergerus sungai karena tidak ada talud. Kalau pemprov tidak bisa, saya usul untuk serahkan kembali kewenangannya ke BWS,” Ucapnya.

(Nzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *