Netizensulut.com, SULUT – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada hari Kamis, 4 Desember 2025, menggelar serangkaian kegiatan strategis yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari koordinasi perencanaan infrastruktur hingga harmonisasi regulasi daerah.
Beberapa agenda utama yang dilaksanakan BAPPEDA Sulut pada hari kamis ini menunjukkan fokus pemerintah daerah dalam mengatasi isu kebencanaan, menguatkan perencanaan daerah, serta mendorong pengembangan potensi sumber daya alam dan pariwisata.
Salah satu kegiatan penting adalah FGD (Forum Group Discussion) Pengelolaan Infrastruktur Mendukung Hunian Relokasi Bencana Gunung Ruang.
FGD ini bertujuan untuk merumuskan dan memfinalisasi rencana pembangunan infrastruktur pendukung di lokasi relokasi bagi warga terdampak erupsi Gunung Ruang, memastikan ketersediaan fasilitas dasar yang layak dan memadai.
BAPPEDA juga melaksanakan dua agenda penting terkait perencanaan dan penganggaran daerah.
1. Rapat Harmonisasi Terkait Rancangan Peraturan Gubernur tentang Renstra Perangkat Daerah Tahun 2025–2029.
2. Rapat Evaluasi Rancangan Perda tentang APBD TA 2026 dan Rancangan Perkada tentang Penjabaran APBD TA 2026 Kota Bitung.
Kegiatan ini merupakan langkah krusial dalam memastikan seluruh program pembangunan di tingkat perangkat daerah selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi, serta mengawal proses penganggaran di tingkat Kabupaten/Kota berjalan sesuai regulasi dan tepat sasaran.
Dalam upaya mendorong pengembangan potensi daerah dan ekonomi masyarakat, BAPPEDA Sulut juga melaksanakan:
– The Second Session of The SEABRNET Training Series on “Bioprospecting, Bio-Product and Ecosystem Services, Sustainable Biosphere Reserve Products and Branding Development.”
– Pelatihan ini fokus pada pengembangan produk turunan hayati dan jasa ekosistem, khususnya dari sumber daya laut, untuk meningkatkan nilai ekonomi dan memperkuat branding produk yang berbasis cagar biosfer berkelanjutan.
– FGD Pemutakhiran Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) “Mapalus” Langowan Barat.
– Kegiatan ini bertujuan memfinalisasi dokumen perencanaan yang berbasis kolaborasi masyarakat (“Mapalus”) untuk memajukan kawasan perdesaan di Langowan Barat.
Sejumlah rapat koordinasi dan sosialisasi juga dilaksanakan untuk memperkuat sinergi:
– Rakor BKPD SE Indonesia 2025 di Banjarmasin Prov. Kalsel.
– BAPPEDA Sulut turut serta dalam Rapat Koordinasi Badan Kerjasama Pembangunan Daerah (BKPD) se-Indonesia yang diselenggarakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebagai wadah tukar informasi dan sinergi antar-provinsi.
– Finalisasi Penyusunan Rencana Aksi PJPK Sulut Tahun 2025–2029.
– Ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Harmonisasi, memastikan Rencana Aksi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Provinsi Sulawesi Utara siap menjadi pedoman selama lima tahun ke depan.
– Sosialisasi RAKORBANGWIL Kementerian PU Tahun 2025.
– Sosialisasi ini dilakukan untuk menyamakan persepsi dan mempersiapkan daerah dalam menghadapi Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah (Rakor Bangwil) yang diinisiasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Berbagai kegiatan yang padat ini menegaskan peran sentral BAPPEDA Provinsi Sulawesi Utara sebagai motor penggerak perencanaan pembangunan yang holistik dan terintegrasi di Sulawesi Utara. (Nzo)
Sumber: FB Bappeda Provinsi Sulut

