Giat Bappeda Sulut 1 Desember 2025, Mulai dari HUT KORPRI hingga Strategi Investasi Karbon

Netizensulut.com, SULUT – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan komitmen tinggi dalam perencanaan pembangunan dengan menggelar dan berpartisipasi dalam empat agenda penting pada hari Senin, 1 Desember 2025.

Rangkaian kegiatan ini meliputi upacara kebangsaan, konsolidasi ekonomi biru, evaluasi sistem, dan lokakarya investasi strategis.

Empat Poin Utama Kegiatan:

1. Upacara Peringatan HUT KORPRI ke-54

Rangkaian kegiatan di awali dengan Upacara Bendera dalam rangka memperingati HUT KORPRI ke-54 di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan jiwa korps dan dedikasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Bappeda dalam melayani masyarakat dan menyukseskan program pembangunan daerah.

2. Penguatan Ekonomi Biru dan Pendanaan Berkelanjutan

Bappeda menyelenggarakan Workshop Konsolidasi Integrasi Ekonomi Biru (Blue Finance) dan Pendanaan Biru dalam RPJMD Provinsi Tahun 2025-2029.

Acara ini bertujuan mengintegrasikan sektor kelautan dan sumber daya air secara berkelanjutan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan lima tahunan daerah.

Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa pemanfaatan potensi maritim Sulut dilakukan dengan prinsip keberlanjutan dan didukung mekanisme pendanaan yang inovatif.

3. Evaluasi Kinerja dan Penerapan SPM

Di ranah administrasi dan kinerja, dilaksanakan Diseminasi Akhir Kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Penerapan SPM Tahun 2025.

Evaluasi ini penting untuk mengukur sejauh mana Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada masyarakat, sekaligus menjadi dasar perbaikan kualitas layanan publik ke depannya.

4. Mendorong Investasi Karbon melalui Lokakarya Strategis

Sebagai penutup, Bappeda berpartisipasi dalam Lokakarya Menarik Investor Karbon ke Indonesia; Lokakarya Strategis untuk Pemangku Kepentingan Pemerintah Pusat dan Daerah.

Agenda ini menunjukkan keseriusan Bappeda Sulut dalam memanfaatkan potensi daerah untuk berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim melalui mekanisme perdagangan karbon.

Melalui lokakarya ini, diharapkan terjalin sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan calon investor untuk merealisasikan proyek-proyek berbasis nilai karbon di Sulawesi Utara.

(Nzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *