Neteizensulut.com, MANADO – Fajar di awal Desember menyelimuti Manado dengan kehangatan yang sejuk dan sedikit lembap.
Tepat pukul 05.30 WITA pagi tadi, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, memulai harinya bukan di balik meja, melainkan dengan cara yang bersahaja dan penuh makna.
Ia memilih untuk berjalan kaki, meninggalkan Rumah Dinasnya di kawasan Bumi Beringin. Tujuannya adalah bentangan tepi laut Megamas Manado yang ikonik.
Dalam perjalanan santai itu, Wagub didampingi oleh sekretaris pribadi, para ajudan, serta tim yang mendampingi kegiatan sehari-harinya.
Rombongan kecil ini bergerak perlahan, menikmati ketenangan sisi lain Kota Manado sebelum hiruk pikuk dan denyut aktivitas warga mulai memenuhi jalanan.
Setibanya di area Megamas, fokus Wagub Mailangkay tertuju pada ruang publik yang menjadi jantung interaksi masyarakat, yakni area yang di khususkan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta ruang terbuka yang menawarkan pemandangan langsung ke lautan luas.
“Pemandangan pagi itu menunjukkan kondisi cuaca yang sedang berubah. Gelombang laut terlihat bergerak cukup kuat menghantam batu-batu pemecah ombak, menandakan kondisi laut yang belum sepenuhnya bersahabat. Dermaga dan area sekitarnya juga tampak basah, seolah baru saja tersapu gerimis tipis,” ujar Wagub Mailangkay, Minggu, 07 Desember 2025.
Bagi Wakil Gubernur, perjalanan kaki sederhana di pagi hari ini jauh melampaui sekadar kegiatan fisik atau olahraga.
Ia adalah sebuah momen hening untuk berefleksi, melihat langsung dinamika di lapangan, dan merenungkan bagaimana geliat kota terus berlangsung dan bertumbuh.
“Momen ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah mengenai krusialnya menjaga ruang-ruang publik agar tetap aman, nyaman, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang dinamis,” jelas Wagub Mailangkay.
(Nzo)
Sumber : Manado Tempo

