Netizensulut.com, SULUT – Panitia Pesparani Katolik Sulawesi Utara Tahun 2025 menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pesparani Katolik Pertama Sulawesi Utara bertempat di Sekretariat Panitia, Gedung Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado, Jalan Toar, Selasa (2/12/2025).
Rapat ini membahas pelaksanaan kegiatan yang telah sukses digelar pada 17–21 November di Kota Manado.
Dalam evaluasi tersebut, pelaksanaan Pesparani I Sulawesi Utara dinilai meraih tiga capaian utama: sukses event, sukses tujuan, dan sukses meraih kepercayaan.
Sukses event ditandai dengan sinergi dan kolaborasi antara Gereja Katolik dan Pemerintah Sulawesi Utara, lintas sektoral, instansi, serta dukungan UMKM yang memperkuat penyelenggaraan.
Sukses tujuan terlihat dari munculnya potensi besar umat melalui berbagai kategori lomba, meskipun masih perlu peningkatan keterlibatan dalam semua kategori dan pengembangan talenta ke depan.
Sukses meraih kepercayaan ditandai dengan dijadikan Sulawesi Utara sebagai tuan rumah Pesparani Katolik Tingkat Nasional IV Tahun 2027.
Rapat evaluasi ini sekaligus menjadi titik awal pembahasan persiapan Pesparani Nasional IV Tahun 2027, yang direncanakan berlangsung di Kota Manado dan Kota Tomohon, serta akan dipuncaki dengan Festival Christ The King (Kristus Raja) di Kota Tomohon.
Panitia menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan mulai dipersiapkan sejak dini.
Rapat dipimpin oleh Ketua Umum Panitia Louis Carl Schramm, didampingi Ketua Harian Janny Kopalit. Keduanya menegaskan pentingnya kerja bersama dan semangat mapalus sebagai kekuatan utama Sulawesi Utara dalam menyukseskan agenda nasional ini.
“Semua harus siap menghadapi pekerjaan besar ini. Dengan sinergi dan kolaborasi lintas sektoral, serta kerjasama erat antara Gereja Katolik, pemerintah, dan masyarakat, Sulawesi Utara siap dan mampu menjadi tuan rumah yang baik,” tegas Louis Carl Schramm.
Panitia menutup rapat dengan komitmen untuk terus memperbaiki, menyempurnakan, dan mematangkan setiap tahapan persiapan sehingga Pesparani Nasional 2027 dapat menjadi ajang yang membanggakan bagi daerah dan Gereja Katolik di seluruh Indonesia. (*)
Sumber: Humas Pesparani

