Netizensulut.com, MANADO – Kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) Zona VII di Universitas Muhammadiyah Manado mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan universitas, mahasiswa, dan panitia pelaksana.
Rakerwil ini dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Desember 2025 dan akan diikuti oleh perwakilan BEM PTMA dari wilayah Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Rektor Universitas Muhammadiyah Manado, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si, menegaskan bahwa pihak universitas mendukung penuh pelaksanaan Rakerwil BEM PTMAI Zona VII di UM Manado sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mendorong penguatan gerakan kemahasiswaan yang berorientasi pada pengembangan intelektual, kepemimpinan, dan nilai-nilai ke-Muhammadiyahan.
Menurutnya, universitas memiliki peran strategis dalam menyediakan ruang dialog dan konsolidasi bagi mahasiswa untuk merumuskan gagasan-gagasan konstruktif bagi kemajuan Indonesia Timur.
Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Manado, Satrio Lasimpala, menyampaikan bahwa kepercayaan menjadikan UM Manado sebagai tuan rumah Rakerwil BEM PTMAI Zona VII merupakan amanah besar bagi seluruh mahasiswa.
Ia menilai forum Rakerwil menjadi momentum penting untuk menyatukan arah gerakan mahasiswa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia Timur, sekaligus memperkuat solidaritas dan kerja kolektif antar-BEM PTMA dalam merespons berbagai persoalan kebangsaan dan kemahasiswaan.
Sementara itu, Ketua Panitia Rakerwil BEM PTMAI Zona VII menegaskan kesiapan panitia dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Panitia, kata dia, telah melakukan berbagai persiapan secara matang, baik dari aspek teknis, substansi kegiatan, maupun koordinasi dengan seluruh pihak terkait, guna memastikan Rakerwil dapat berjalan lancar, tertib, dan menghasilkan keputusan strategis yang bermanfaat bagi organisasi dan masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, kepemimpinan mahasiswa, serta kerja kolektif panitia, Rakerwil BEM PTMAI Zona VII di Universitas Muhammadiyah Manado diharapkan menjadi forum konsolidasi yang produktif dan bermartabat, serta mampu melahirkan gagasan dan rekomendasi strategis bagi penguatan peran mahasiswa di Indonesia Timur. (*)

