Netizensulut.com, NASIONAL — Dalam upaya menjamin kelancaran arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H, Jasa Raharja melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan infrastruktur di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Fokus utama tinjauan ini menyasar pada pintu tol interchange Purwomartani di Sleman serta progres pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6.
Ruas tol tersebut diproyeksikan akan beroperasi secara fungsional guna memecah kepadatan kendaraan selama periode Operasi Ketupat 2026.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Jasa Raharja, sebagai bagian dari ekosistem BUMN di bawah Danantara Indonesia, dalam mengedepankan aspek keselamatan transportasi serta memberikan pelayanan publik yang berkualitas bagi para pemudik.
Peninjauan ini melibatkan jajaran petinggi dari berbagai instansi terkait, di antaranya:
- Muhammad Awaluddin, Direktur Utama Jasa Raharja.
- Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, Kakorlantas Polri.
- Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. Aan Suhanan, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub.
- Rivan A. Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Marga.
Rombongan secara seksama memeriksa kondisi fisik jalan, potensi operasional fungsional, hingga mematangkan koordinasi teknis terkait rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menilai kehadiran tol fungsional Yogyakarta–Bawen sangat krusial dalam membagi beban kendaraan.
Jalur ini diharapkan mampu mengurangi tumpukan arus dari arah Jakarta dan Semarang yang menuju ke wilayah Solo maupun Yogyakarta, sehingga beban jalan arteri dapat berkurang secara signifikan.
“Korlantas Polri menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas, mulai dari alih arus, penerapan one way, hingga contraflow apabila diperlukan. Seluruh langkah tersebut akan ditetapkan berdasarkan pemantauan arus lalu lintas secara real time dengan evaluasi data jam per jam,” ujar Agus.
Saat ini, pengerjaan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 dilaporkan telah menyentuh angka 90 persen.
Meskipun siap difungsionalkan, otoritas tetap memberikan perhatian khusus pada titik keluar Ambarawa yang bersinggungan langsung dengan jalur arteri.
Aspek keselamatan seperti rambu-rambu dan penerangan jalan menjadi syarat mutlak operasional.
Jika fasilitas penerangan belum mencukupi secara permanen, skema pembatasan jam operasional akan diberlakukan demi keamanan pengguna jalan.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa pihaknya berdiri penuh di belakang strategi lintas instansi ini.
Integrasi antara infrastruktur yang siap dan rekayasa lalu lintas yang matang adalah kunci menekan angka fatalitas kecelakaan.
“Sebagai penyelenggara perlindungan dasar bagi korban kecelakaan, Jasa Raharja mendukung penuh langkah strategis lintas instansi ini untuk meningkatkan keselamatan transportasi nasional. Kolaborasi yang solid diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan serta menekan fatalitas korban selama periode Idulfitri. Hal ini merupakan wujud negara hadir dalam memberikan pelayanan publik yang melayani sepenuh hati dan berorientasi pada pelayanan prima,” ujar Awaluddin.
Melalui kerja sama intensif dalam Operasi Ketupat 2026, Jasa Raharja optimistis bahwa pembukaan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 akan memberikan dampak positif yang nyata, menciptakan pengalaman mudik yang tidak hanya lancar, tetapi juga aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
(Nzo)

