Netizensulut.com, BOLTIM – Semangat pengabdian mulai terpancar dari wajah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Manado (UMMA) yang tergabung dalam Posko 11 KKN Angkatan ke-V.
Mereka menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dengan warga Desa Tutuyan Dua, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa yang berbasis inovasi.
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana mahasiswa terjun langsung untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan solusi atas tantangan di lapangan.
Kehadiran mahasiswa UMMA di wilayah Boltim bukanlah tanpa persiapan.
Sebelumnya, jajaran pimpinan universitas telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim.
Bupati Boltim menyambut hangat inisiatif ini dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memfasilitasi mahasiswa agar program kerja yang dicanangkan dapat berjalan beriringan dengan visi pembangunan daerah.
Koordinator Desa Posko 11, Satrio Lasimpala, mengungkapkan bahwa program yang akan mereka jalankan telah dirancang berdasarkan pemetaan kebutuhan spesifik di Desa Tutuyan Dua.
“Kami tidak hanya datang untuk kegiatan sosial biasa. Fokus kami adalah memberdayakan generasi muda setempat melalui penguatan sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga pemanfaatan teknologi digital,” ujar Satrio.
Persiapan matang juga terlihat dari pembekalan yang di ikuti mahasiswa pada 12-13 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Boltim memaparkan dua isu krusial yang menjadi tantangan besar di daerah: tingginya angka pernikahan dini dan permasalahan stunting.
Merespons hal itu, Posko 11 telah menyusun strategi preventif dan edukatif.
Program kerja mereka nantinya akan berfokus pada pendampingan keluarga guna menekan angka stunting serta kampanye literasi mengenai dampak jangka panjang pernikahan di usia muda.
Tahun ini, KKN UMMA mengusung tema besar: “Digital HealthPreneurship: Inovasi Kesehatan, Bisnis, dan Digitalisasi sebagai Ruang Tumbuh Generasi Muda.”
Tema ini menjadi komitmen UMMA untuk mengintegrasikan aspek kesehatan dengan kemandirian ekonomi berbasis digital.
Mahasiswa optimis pendekatan ini dapat membuka cakrawala baru bagi pemuda Desa Tutuyan Dua, di mana kesehatan bukan sekadar isu medis, tetapi juga peluang inovasi sosial dan ekonomi.
Beberapa agenda unggulan yang akan dilaksanakan meliputi:
Edukasi Kesehatan: Sasar remaja dan orang tua untuk gaya hidup sehat.
Literasi Digital UMKM: Pelatihan teknologi bagi pelaku usaha lokal.
Intervensi Stunting: Pendampingan intensif bagi keluarga berisiko.
Advokasi Pendidikan: Penyuluhan pentingnya pendidikan berkelanjutan guna mencegah pernikahan dini.
Pemkab Boltim berharap kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga dapat menciptakan harmoni yang berujung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Melalui KKN Ke-V ini, Universitas Muhammadiyah Manado kembali mempertegas posisinya sebagai institusi yang tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan yang solutif bagi masyarakat luas.
(Nzo)

