Aksi Nyata Siswa SD di Manado: Merayakan Kasih Sayang dengan Memunguti Sampah di Pantai Karangria

Netizensulut.com, Manado – Di antara puluhan anak yang memunguti sampah di Pantai Karangria, Jumat (13/02/2026), tampak sosok kecil penuh semangat: Muller Zefanya Mandagi, siswa kelas 5 SD Wonder School Manado.

Pantai yang menjadi satu-satunya garis pantai di pusat Kota Manado itu belakangan menuai perhatian berbagai pihak akibat persoalan sampah.

Sebagai bentuk kepedulian, Wonder School Manado bersama KMPA Tansa menggelar aksi bersih-bersih bertema “Love Starts With Caring”.

Dengan penuh antusias, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok oleh para guru.

Masing-masing kelompok bertugas mengumpulkan jenis sampah yang berbeda, mulai dari sampah organik, nonorganik, hingga limbah B3.

Perlahan namun pasti, tumpukan sampah yang sebelumnya berserakan mulai terangkat.

Bagi Muller, kegiatan ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti aksi bersih pantai. Kebahagiaan pun tak bisa disembunyikannya.

“Muller merasa sangat bahagia dengan aksi ini. Ini kegiatan perdana berkaitan dengan bersih-bersih pantai, dan juga bisa mengenal banyak kakak-kakak di kegiatan ini,” ungkapnya sambil tersenyum.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar agar dirinya bisa terlibat lagi.

“Semoga Muller bisa mengikuti kegiatan seperti ini lagi, dan berharap bisa bertemu dengan kakak-kakak yang sama di kegiatan berikutnya,” singkatnya.

Ketua panitia penyelenggaraan aksi bersih – bersih pantai, Prastika Kardiana Kansil, menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih pantai ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Valentine.

“Peringatan Hari Valentine bukan hanya momen tukar cokelat atau hadiah. Aksi hari ini adalah bentuk kasih sayang yang nyata terhadap sesama dan lingkungan,” jelas Prastika.

Prass, sapaan akrabnya, menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal jenis-jenis sampah, memahami mana yang dapat didaur ulang dan mana yang tidak.

“Selain itu, kegiatan ini mendorong anak-anak menumbuhkan rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar sebagai wujud kasih kepada Tuhan dan sesama. Mereka juga belajar bekerja sama, bergotong royong, bersosialisasi, saling membantu, dan peduli satu sama lain,” terangnya.

Ia berharap aksi ini dapat membangun jejaring kerja sama yang positif dengan berbagai organisasi pecinta alam dan komunitas lingkungan hidup untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya.

Senada dengan itu, Kepala Sekolah Wonder School Manado, Mayagita Sumampouw, mengungkapkan bahwa kegiatan diawali dengan edukasi mengenai jenis-jenis sampah, kemudian dilanjutkan dengan aksi pembersihan di Pantai Karangria.

Ia berharap kegiatan ini menjadi pembelajaran berkelanjutan bagi para siswa.

“Suksesnya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada KMPA Tansa, KPA Silvaterra, Putra-Putri Lingkungan Hidup Kota Manado, Yayasan No-Trash Triangle Initiative, serta sejumlah media TV dan online yang telah terlibat. Semoga agenda ini dapat membangun hubungan yang lebih baik ke depannya,” tuturnya.

Ketua KMPA Tansa, Meikel Pontolondo, menilai kolaborasi antara dunia pendidikan, organisasi pecinta alam, dan media merupakan langkah positif dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.

“Kolaborasi ini adalah kombinasi yang baik. Peran kita semua dibutuhkan untuk menjaga dan merawat lingkungan, terlebih dalam mengurangi sampah yang masuk ke laut,” jelasnya.

Menurutnya, sampah yang berakhir di laut dapat menjadi ancaman serius bagi kehidupan manusia dan biota laut.

Sampah tersebut dapat terurai menjadi mikroplastik, dikonsumsi ikan, dan pada akhirnya kembali ke manusia dengan memakan ikan tersebut, dan mikroplastik masuk ke tubuh manusia.

“Ketika manusia mengonsumsi ikan yang terkontaminasi mikroplastik, itu menjadi ancaman bagi kesehatan kita. Selain itu, sampah juga bisa merusak terumbu karang, membunuh biota laut seperti penyu, serta merusak pemandangan wisata di Kota Manado,” imbuhnya.

Karena itu, ia menilai kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan patut diikuti masyarakat luas agar semakin sadar terhadap pengelolaan sampah, dimulai dari hal sederhana: membuang sampah pada tempatnya, saat berada di Rumah atau di tempat umum.

“Selain dibuang pada tempatnya, sampah juga bisa memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Dalam aksi ini, sampah yang telah dipilah kami serahkan kepada Yayasan No Trash Triangle Initiative, salah satu yayasan yang konsisten peduli terhadap persoalan lingkungan di Kota Manado. Untuk itu, Kami dari KMPA Tansa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat pada aksi hari ini,” pungkasnya.

Aksi bersih pantai hari itu diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri atas siswa SD Wonder School Manado , organisasi pecinta alam, dan awak media. (*)

(*/Nzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *