Netizensulut.com, TOMOHON – Kegiatan Penguatan Keagamaan melalui Workshop Pelatihan Kepemimpinan Kelompok Musik Liturgi dan Kerohanian Gereja Katolik digelar di Wale Mazani, Kota Tomohon, Sabtu (21/2/2026).
Workshop ini menghadirkan narasumber lintas bidang guna memperkuat kepemimpinan, kualitas musik liturgi, serta kesiapan kontingen menuju Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) tingkat nasional 2027.
Pada sesi pertama, Prof. Dr. Petrus Perry Rumengan menegaskan pentingnya membedakan musik liturgis dan musik pastoral.
“Musik liturgis memiliki fungsi ritual yang melekat pada perayaan iman, sedangkan musik pastoral lebih luas dalam pendampingan kehidupan umat. Kolintang juga memiliki potensi masuk dalam cabang lomba Pesparani 2027,” ujarnya.
Pastor Paulus Joseph Mentang selaku Pastor Moderator LP3KD Sulut menyoroti manfaat keberadaan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) bagi penguatan musik gerejani.
“LP3KD dan Pesparani memberi ruang pembinaan sehingga koor menjadi lebih aktif dan partisipasi umat dalam liturgi semakin hidup,” katanya.
Sementara itu, Janny Kopalit selaku Ketua Harian LP3KD Sulut menekankan nilai kerja bersama.
“Kunci keberhasilan ada pada kekompakan, kolaborasi, dan sinergi antar kelompok pelayanan,” tuturnya.
Pada sesi kedua, Janny Kopalit lanjut memaparkan evaluasi Pesparani Jakarta serta pengalaman Pesparani I Sulawesi Utara sebagai pijakan pembenahan program pembinaan.
Selanjutnya, narasumber Joudy Aray mengingatkan pentingnya kembali pada tujuan awal LP3KD.
“Keterlibatan umat dalam liturgi di paroki, stasi, wilayah rohani, dan kelompok kategorial adalah inti gerakan. Mari menjaga kata, sikap, dan perilaku karena itu merupakan bagian dari strategi kemenangan. Kita juga menyiapkan pembekalan pelatih, membangun soliditas tim, serta kaderisasi dan regenerasi dalam perekrutan,” jelasnya.
Pastor Paulus Joseph Mentang kembali menegaskan kesiapan Sulawesi Utara menjadi tuan rumah Pesparani Nasional IV 2027.
“Sulawesi Utara siap karena dukungan pemerintah daerah sudah ada. Sinergi, kolaborasi, dan komunikasi menjadi kunci. Pembinaan adalah inti, sementara lomba dan juara merupakan buahnya. Kita harus sehati dan sepikiran tanpa menghalalkan segala cara untuk menang,” tegasnya.
Pada sesi ketiga, anggota DPRD Sulut Louis Schramm menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Gubernur mendukung penuh kegiatan LP3KD dan Pesparani, termasuk dari sisi anggaran. Workshop ini merupakan pokok pikiran saya sebagai anggota DPRD Sulut. Kita harus berjuang meraih tiga sukses: sukses penyelenggaraan, sukses pertanggungjawaban, dan sukses kontingen Sulut dalam Pesparani Nasional IV tahun 2027 di Sulawesi Utara,” ujarnya.
Workshop ini menjadi momentum strategis memperkuat kepemimpinan kelompok musik liturgi, membangun soliditas tim, serta menegaskan arah pembinaan berkelanjutan menuju Pesparani Nasional 2027.
Sinergi antara Gereja, LP3KD, dan pemerintah daerah diharapkan melahirkan pelayanan musik liturgi yang berkualitas sekaligus partisipatif bagi umat. (*)

