Fondasi Peradaban Sulawesi Utara: Gubernur Yulius Beberkan Capaian Strategis LKPJ 2025

Netizensulut.com, MANADO – Menginjak tahun kedua masa kepemimpinannya, Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, secara resmi memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi yang digelar pada Rabu (25/3/2026), Yulius menegaskan bahwa tahun lalu bukan sekadar periode administratif, melainkan momentum krusial untuk meletakkan fondasi peradaban bagi generasi masa depan Bumi Nyiur Melambai.

Dihadapan Ketua DPRD Sulut, dr. Fransiscus Andi Silangen, dan jajaran legislatif, Gubernur Yulius menekankan pentingnya visi kemajuan yang berakar pada kesejahteraan dan keberlanjutan.

Ia memandang LKPJ ini sebagai instrumen evaluasi bersama untuk mengukur ketepatan sasaran Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Momentum ini menjadi wadah evaluasi bersama guna menakar sejauh mana target Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) telah diimplementasikan demi kepentingan rakyat,” ujar Gubernur Yulius dalam pidatonya.

Laporan keuangan tahun 2025 menunjukkan tren positif di tengah tantangan ekonomi global.

Dari target pendapatan daerah sebesar Rp3,78 triliun, Pemprov Sulut berhasil mengamankan realisasi sebesar 96,38 persen atau setara Rp3,65 triliun.

Dari sisi belanja, serapan anggaran mencapai 91,36 persen dari pagu Rp3,63 triliun.

Menariknya, Yulius menerapkan strategi “ikat pinggang” pada pos non-prioritas untuk memastikan stimulus ekonomi dan pelayanan publik tetap berjalan maksimal.

Infrastruktur dasar tetap menjadi tulang punggung pengeluaran daerah guna memastikan dampak langsung bagi konstituen di akar rumput.

Salah satu lompatan besar yang menjadi sorotan adalah pencapaian di wilayah kepulauan.

Pemerintah berhasil mewujudkan keadilan sosial melalui penyediaan layanan listrik 1×24 jam di enam pulau terluar, sebuah langkah yang selama ini dinantikan masyarakat pesisir.

Di sektor pendidikan, gebrakan nyata terlihat dari pembangunan SMA Taruna Nusantara di Langowan serta revitalisasi masif terhadap 50 sekolah.

Langkah ini diambil guna mengikis kesenjangan kualitas pendidikan antara pusat kota dan wilayah pelosok.

Secara global, posisi Sulawesi Utara sebagai gerbang Pasifik kian kokoh.

Pembukaan rute penerbangan langsung Seoul-Manado dan Taipei-Manado menjadi bukti nyata keberhasilan pemerintah dalam memperluas konektivitas logistik dan daya tarik wisata internasional.

Menjawab isu inflasi, Pemprov Sulut melakukan intervensi besar-besaran di sektor agraria.

Optimalisasi 2.000 hektare lahan padi serta masifnya Gerakan Pangan Murah di 190 titik menjadi benteng pertahanan untuk menjaga daya beli petani dan masyarakat umum.

Menutup laporannya, Gubernur yang berlatar belakang militer ini mengingatkan jajaran birokrasi untuk tetap solid.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada integritas dan sinergi antarlembaga.

“Gubernur menegaskan bahwa meski masih menghadapi tantangan fiskal dan dinamika global, pemerintah tetap berkomitmen penuh melalui prinsip satu komando dan semangat petarung untuk memastikan seluruh birokrasi bekerja dengan integritas tinggi.”

Rapat paripurna ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, jajaran Forkopimda Sulut, serta seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemerintah provinsi.

(Nzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *