Netizensulut.com, SULUT – Masa reses pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) periode pertama tahun 2026 yang berlangsung sejak 28 hingga 31 Maret menjadi momentum krusial bagi legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Utara.
Para wakil rakyat ini turun langsung ke wilayah kepulauan untuk menjemput berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat di pelosok perbatasan.
Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Andi Silangen, mengawali agenda serap aspirasi di wilayah Siau, Tagulandang, dan Biaro (Sitaro).

Dalam kunjungannya di Desa Karalung dan Desa Dame I pada Senin (30/03/2026), politisi PDI Perjuangan ini menerima keluhan serupa terkait ketergantungan masyarakat pada sektor maritim.
Warga mendesak pengadaan mesin tempel untuk menunjang produktivitas nelayan lokal.
Selain alat tangkap, isu hunian dan keselamatan pesisir juga mengemuka.
Masyarakat mengusulkan penambahan kuota bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta pembangunan talud pengaman pantai untuk mengantisipasi ancaman abrasi yang kian mengkhawatirkan.
“Kami sangat berharap bantuan RTLH ini bisa segera ditindaklanjuti, karena masih banyak warga yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan,” ungkap salah satu warga dalam sesi dialog bersama Ketua DPRD.
Berlanjut ke Kelurahan Tatahadeng, pimpinan fraksi banteng ini mencatat aspirasi mengenai pentingnya penerangan jalan umum dan dukungan ekonomi melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bagi pelaku UMKM.
Selain itu, warga mengusulkan perbaikan jalan setapak sebagai jalur evakuasi bencana yang vital di wilayah tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Andi Silangen mengatakan bahwa aspirasi dari warga masyarakat tentu akan ia terima dan perjuangkan lewat jalur legislatif.
“Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan teruskan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk ditindaklanjuti sesuai dengan prioritas pembangunan,” ujar Silangen.
Di lokasi berbeda, legislator Tony Supit menggelar pertemuan di Pulau Tagulandang dengan membawa pesan edukatif.
Di tengah ketidakpastian kondisi global, ia mendorong warga untuk memperkuat ketahanan pangan mandiri dengan memanfaatkan lahan pekarangan.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa konflik global mulai berdampak pada distribusi energi dunia, termasuk potensi terganggunya jalur distribusi minyak di Selat Hormuz.
“Perang yang terjadi di berbagai belahan dunia, seperti Rusia dan Ukraina hingga konflik Amerika, Israel, dan Iran, berdampak pada distribusi minyak global. Selat Hormuz menjadi jalur vital bagi kapal tanker minyak,” jelasnya.
Eks Bupati Sitaro dua periode ini mengingatkan bahwa masyarakat kepulauan paling rentan terkena dampak jika terjadi kebijakan penghematan BBM.
Oleh karena itu, ia mengajak warga menanam kebutuhan dapur seperti jahe (goraka), bawang, dan rica secara mandiri.
Aksi nyata ditunjukkan dengan penyerahan bantuan perahu dan cold box bagi kelompok nelayan.
Meski belum mencakup seluruh usulan, Toni berkomitmen untuk mengawal sisa aspirasi tersebut.
“Belum semua bisa menerima bantuan saat ini. Aspirasi lainnya akan kami catat dan diperjuangkan melalui proposal ke depan,” ujarnya.
Apresiasi datang dari warga setempat yang merasa kehadiran wakil rakyat memberikan angin segar bagi keberlanjutan hidup mereka.
“Kami sangat bersyukur masih diperhatikan. Terima kasih kepada Pak Dr. Toni Supit yang terus memperjuangkan aspirasi masyarakat kepulauan,” ungkap salah satu warga.
Sementara itu, legislator dari Fraksi Golkar, Vionita Kuera, menyambangi Perkampungan Bukide Timur di Nusa Tabukan, Kepulauan Sangihe.
Di wilayah ini, keterbatasan infrastruktur dasar menjadi sorotan utama.
Listrik yang hanya beroperasi 12 jam, bahkan sempat padam total selama sepekan mengakibatkan krisis air bersih karena macetnya pompa air.
Vionita juga mencatat harapan warga terkait implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar, bantuan pembangunan rumah ibadah, hingga kebutuhan jalan penghubung antar-kampung.
Menariknya, warga Bukide Timur bertekad mengembalikan kejayaan wilayah mereka sebagai lumbung semangka nasional, sehingga mereka sangat mengharapkan bantuan bibit dan pupuk.
Di sisi lain, anggota DPRD Sulut lainnya dari Dapil yang sama, seperti Ronal Sampel dan Normans Luntungan, juga terpantau aktif melaksanakan agenda serupa di titik-titik berbeda di wilayah Nusa Utara guna memastikan seluruh suara masyarakat kepulauan dapat terakomodasi dalam kebijakan provinsi ke depan. (Nzo)
(ADVETORIAL)








