Netizensulut.com – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan kenaikan tajam pada perdagangan Jumat, 4 September 2026.
Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia dan pantauan pasar finansial, harga emas Antam melesat signifikan menyusul tren positif harga emas global di pasar spot.
Penguatan ini dipicu oleh lonjakan harga emas dunia yang ditutup pada level US$ 4.473,6 per troy ons pada perdagangan sebelumnya.
Kenaikan komoditas emas global sebesar 1,96% ini langsung memicu penyesuaian harga jual dan buyback emas di dalam negeri, baik di Butik Emas Logam Mulia maupun di outlet Pegadaian.
Update Harga Emas Antam di Logam Mulia
Mengutip data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam per 1 gram hari ini naik sebesar Rp 31.000 dibanding perdagangan kemarin.
Kenaikan senada juga terjadi pada nilai buyback atau harga jual kembali emas oleh konsumen.
- Harga Jual (1 gram): Rp 2.670.000 (naik Rp 31.000)
- Harga Buyback (1 gram): Rp 2.523.000 (naik Rp 31.000)
Rincian Harga Emas Antam per Pecahan:
- 0,5 gram: Rp 1.385.000
- 1 gram: Rp 2.670.000
- 2 gram: Rp 5.280.000
- 3 gram: Rp 7.895.000
- 5 gram: Rp 13.125.000
- 10 gram: Rp 26.195.000
- 25 gram: Rp 65.362.000
- 50 gram: Rp 130.645.000
- 100 gram: Rp 261.212.000
- 250 gram: Rp 652.765.000
- 500 gram: Rp 1.305.320.000
- 1.000 gram (1 kg): Rp 2.610.600.000
(Catatan: Harga di atas merupakan harga dasar sebelum perhitungan pajak PPh 0,25% sesuai regulasi PMK).
Update Harga Emas di Pegadaian
Kenaikan harga emas juga dialami oleh berbagai varian emas yang diperdagangkan di jaringan PT Pegadaian (Persero), mencakup emas batangan Antam, UBS, hingga Galeri 24.
Rincian Harga Emas Pecahan 1 Gram di Pegadaian:
- Emas Antam: Rp 2.711.000 (naik Rp 32.000)
- Emas UBS: Rp 2.659.000
- Emas Galeri 24: Rp 2.616.000
Prospek dan Implikasi Bagi Investor
Lompatan harga emas batangan di awal September 2026 ini kembali mempertegas peran emas sebagai instrumen safe haven bagi para investor di tengah dinamika ekonomi global.
Bagi masyarakat yang memegang emas Antam dan berniat untuk merealisasikan keuntungan (take profit), lonjakan harga buyback hingga Rp 2.523.000 per gram ini menjadi momentum yang relatif menguntungkan.
Sementara bagi pembeli baru, tren kenaikan ini mengindikasikan kuatnya momentum pergerakan harga komoditas logam mulia secara global.
(Nzo)


