Dorong Penggunaan Kendaraan Ramah Lingkungan, Presiden Prabowo Siapkan Skema Tukar Tambah Motor Listrik

Nasional623 Dilihat

Netizensulut.com, JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah merancang mekanisme khusus guna mendongkrak adopsi kendaraan roda dua berbasis tenaga baterai di Tanah Air.

Melalui program ini, masyarakat ke depannya dimungkinkan untuk memiliki kendaraan setrum baru lewat metode penukaran armada konvensional berbahan bakar bensin disertai penyesuaian biaya tambahan.

Gagasan tersebut disampaikan langsung oleh kepala negara dalam agenda peresmian Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya yang bertempat di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (13/8/2026).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menjelaskan perihal rencana kebijakan tersebut.

“Kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikitlah ya kan,”

Lebih lanjut, Presiden menyoroti langkah berbagai negara di dunia yang mulai memberlakukan kebijakan carbon tax atau pajak karbon demi menekan polusi udara perkotaan.

Sebagai perbandingan, ia mengambil contoh kebijakan di Beijing, China, yang secara tegas melarang operasional kendaraan roda dua berbahan bakar fosil memasuki wilayah kotanya.

Terkait pembatasan emisi global tersebut, Presiden Prabowo memberikan pandangannya.

“Di kota-kota besar seperti di Beijing enggak bisa motor bensin masuk. Jadi ini warning aja yang masih nekat gandrung dengan motor bensin ya, tapi tenang aja,”

Di sisi lain, Presiden turut mengungkapkan rasa bangganya atas peluncuran produk kendaraan listrik nasional beserta infrastruktur ekosistemnya.

Menurutnya, penguasaan bidang ilmu pengetahuan serta inovasi modern merupakan kunci utama kemajuan sebuah negara.

Menekankan pentingnya aspek kemandirian industri masa depan, beliau menuturkan.

“Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi, dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut. Baru bisa dikatakan bangsa itu berhasil, negara itu berhasil,”

Dalam kesempatan yang sama, apresiasi tinggi juga diberikan kepada pihak Indika Group atas pencapaian mereka yang telah sukses memproduksi hingga 20.000 unit kendaraan setrum.

Ke depannya, kapasitas produksi tersebut diharapkan dapat terus digenjot secara masif hingga menyentuh angka 2 juta unit.

Menutup rangkaian peresmian pabrik tersebut, Presiden menyampaikan instruksi khusus kepada pihak pengelola investasi.

“Jadi saudara-saudara, selamat. Dan untuk yang lain, Danantara dukung dengan apa yang kau bisa dukung,” tutupnya.

(Nzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *