Dugaan Skandal BBM Solar di SPBU Tateli Memanas: Saling Sikut Jatah Subsidized, Keterlibatan ‘Orang Dalam’, dan Aksi Intimidasi

Hukrim, Netizen Viral297 Dilihat

Netizensulut.com, MINAHASA – Praktik penyimpangan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di SPBU 74.953.21 Tateli kian meresahkan warga.

Aksi pengurasan kuota BBM rakyat ini tak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi, melainkan kian terang-terangan dengan manuver intimidasi hingga gesekan terbuka antar-kelompok pemburu solar.

Persaingan memperebutkan jatah BBM subsidi ini memicu keretakan internal di lingkaran pelaku.

Isu perpecahan tersebut mencuat ke publik setelah terjadi aksi saling sudutkan lewat pemberitaan media demi mengamankan alokasi solar.

Modus operandi yang digunakan terbilang nekat: mulai dari pengisian berulang kali (bolak-balik) menggunakan armada Dump Truck (DT), hingga pengerahan puluhan jeriken berkapasitas jumbo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aktivitas perburuan solar ini diduga melibatkan pemain-pemain lama yang berkolaborasi dengan oknum pegawai SPBU.

Mengutip dari media Abadipost, berikut ini Deretan nama yang kini menjadi sorotan publik:

Jaringan Pemain: HP alias Ichal, ST alias Ago, MS alias Moris, WM alias Wahyu, W alias Wahyu, NM alias Noldi, A alias Azis, B alias Benya, Dats, Imba, Opin, RB alias Obi, RS alias Rovy, TR alias Toar, MP alias Ancha, Otis, Darto, Gaple, Gosi, Rinto, RM alias Pipot, Arwin sasikome, Nurhainis Alias Mas Pentet, GS Alias Anto Turen, Monti, Valen, hingga DS alias Bajo.

Dugaan Oknum Karyawan SPBU: G alias Guntur, K alias Kardi, R alias Aid, serta E alias Erly yang disinyalir ikut memberi ruang bagi kelancaran praktik ilegal ini.

Saat dimintai konfirmasi melalui pesan WhatsApp di nomor +62 812-4436-8***, Yohanis selaku Manajer SPBU 74.953.21 Tateli menepis keterlibatan pihak pengelola.

“Saya tidak ada urusan dengan mereka” tulisnya singkat. Dikutip

Adapun, Tensi panas di SPBU Tateli ditengarai berakar dari ketimpangan pembagian kuota yang memicu rasa iri antar-kelompok.

Ancaman membongkar praktik kecurangan ke publik pun dijadikan alat gertak saat ada pihak yang tak kebagian jatah.

Dampak perselisihan ini berujung pada tudingan miring terhadap REM alias Eva, seorang warga yang rutin mengisi BBM di SPBU tersebut.

Setelah menjadi sasaran gempuran pemberitaan online dari kubu rival, Eva akhirnya angkat bicara untuk meluruskan tuduhan tersebut.

“Menurut saya, mereka merasa tersaingi karena saya memiliki 3 armada Dump Truck yang sering melakukan pengisian BBM di SPBU Tateli. Tapi walaupun saya mempunyai 3 unit DT, tidak selalu terisi semua. Bahkan sering kali cuma 1 unit yang dapat, 2 lainnya tidak kebagian,” tegas Eva.

 

Aksi perburuan solar bersubsidi dengan metode intimidasi ini dinilai telah melampaui batas dan merampas hak masyarakat kecil serta pengguna jalan lainnya.

Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) bersama Pertamina segera turun tangan melakukan penertiban secara menyeluruh.

Tindakan tegas tanpa pandang bulu terhadap oknum petugas SPBU dan jaringan mafia solar sangat diperlukan sebelum perselisihan antar-kelompok ini berujung pada bentrokan fisik di lapangan.

(Nzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *