Netizensulut.com, DENPASAR – Agenda Debat Kedua Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) yang berlangsung di Bali tidak berjalan mulus.
Acara yang mulanya diproyeksikan sebagai ajang adu gagasan yang meriah tersebut terpaksa dihentikan di tengah jalan.
Langkah ini diambil menyusul gelombang protes dari mayoritas pengurus Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI se-Indonesia serta didukung oleh tiga dari empat Calon Ketua Umum BPP HIPMI.
Aksi protes tersebut diarahkan langsung kepada pihak panitia terkait penunjukan lokasi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI.
Pihak-pihak yang keberatan menilai, lokasi yang dipilih saat ini memicu kendala aksesibilitas yang berat bagi perwakilan BPD dari wilayah Indonesia bagian timur.
Selain masalah keterjangkauan geografis, isu netralitas dari calon tuan rumah terpilih juga menjadi pemicu utama ketegangan dalam forum.
Menyikapi eskalasi konflik yang terjadi, Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Utara, Hizkia R. Sembel, turut memberikan pandangannya.
Menurut Hizkia, perhelatan Musyawarah Nasional semestinya menjadi panggung konsolidasi sekaligus pesta demokrasi yang merangkul seluruh elemen pengusaha muda dari Sabang sampai Merauke tanpa terkecuali.
Ia menekankan pentingnya menjaga esensi Munas agar tetap diikuti dengan penuh sukacita oleh segenap kader.
Melihat dinamika yang berkembang pada debat hari Sabtu (23/5) di Provinsi Bali, Hizkia mengusulkan sebuah langkah solutif guna mengembalikan kondusivitas organisasi.
Demi kebaikan bersama, BPD HIPMI Sulawesi Utara menyarankan agar lokasi Munas dapat dialihkan ke daerah atau provinsi lain.
Tempat baru tersebut diharapkan mampu mempermudah keterjangkauan rekan-rekan pengurus dari kawasan Indonesia Timur sekaligus menjamin netralitas mutlak dalam pelaksanaan Munas.
Melalui restrukturisasi ini, diharapkan ketegangan antar-kader dapat diredam demi masa depan organisasi yang lebih solid.
“Kami BPD HIPMI Sulawesi Utara sangat berharap Munas XVIII ini tetap menjadi pesta demokrasi bagi seluruh keluarga besar HIPMI, menghadapi Munas dengan riang dan gembira. Munas hanya sampai bulan Juni tetapi Persahabatan dan Persaudaraan harus selamanya di HIPMI”, tutup Hizkia.
(*/Nzo)

