Netizensulut.com, SULUT – Suasana berbeda menyelimuti Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang digelar pada Selasa (23/6/2026).
Di samping mengagendakan pembahasan krusial mengenai Pemandangan Umum Fraksi terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) strategis, forum legislatif kali ini terasa lebih hidup dan akrab berkat aksi saling berbalas pantun antara jajaran anggota dewan dan pihak pemerintah daerah.
Sidang ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut, Fransiskus Silangen, serta dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, unsur Forkopimda, anggota DPRD, hingga para pimpinan perangkat daerah.
Agenda utama dalam paripurna ini berfokus pada penyampaian pandangan umum fraksi terkait dua regulasi penting:
- Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
- Ranperda Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah
Secara kompak, seluruh fraksi di DPRD Sulut memberikan lampu hijau agar kedua rancangan regulasi tersebut dibawa ke tahapan pembahasan berikutnya.
Kesepahaman ini menjadi sinyal positif atas kuatnya komitmen sinergis antara pihak legislatif dan eksekutif dalam membenahi tata kelola pemerintahan sekaligus merangsang iklim investasi daerah yang lebih kondusif.
Ketegangan rapat formal seketika mencair saat beberapa juru bicara fraksi menyelipkan pantun kreatif yang sarat akan pesan pembangunan saat menyampaikan pandangan mereka.
Fraksi PDI Perjuangan: Diwakili oleh Jeane Laluyan, yang sukses memancing perhatian lewat pantun bertema kepemimpinan dan kesejahteraan rakyat.
Tepuk tangan riuh dari peserta rapat pun spontan pecah, mencairkan suasana di ruang sidang.
Fraksi NasDem & Gerindra: Nick Lomban (NasDem) dan Louis Schramm (Gerindra) tidak mau kalah.
Lewat bait-bait pantunnya, mereka melayangkan apresiasi atas kinerja pemerintah daerah sembari mengingatkan seluruh instansi untuk tetap solid mengawal program pembangunan Provinsi Sulawesi Utara.
Kendati diselingi canda dan penuh keakraban, esensi rapat tetap terjaga.
Setiap fraksi tetap menyodorkan catatan kritis, masukan konstruktif, dan harapan besar agar pengelolaan APBD serta kebijakan perizinan ke depan berjalan lebih transparan, efektif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Menjelang penutupan, Ketua DPRD Sulut Fransiskus Silangen memberikan sebuah refleksi mendalam yang menyita perhatian forum.
Ia mengutip pesan bijak dari Kitab Amsal 3:5-6, sebuah pengingat bahwa roda pembangunan daerah tidak sekadar butuh perencanaan matang, melainkan juga integritas, kebijaksanaan, serta tanggung jawab moral dari para pemangku kebijakan.
Sebagai penutup rangkaian acara, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyerahkan tanggapan tertulisnya atas pandangan umum seluruh fraksi.
Rapat paripurna kemudian resmi menyepakati pembentukan Panitia Khusus (Pansus) guna menggodok lebih dalam Ranperda tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah.
(Nzo)

