Peringati Hardiknas, Aliansi Mahasiswa Sulut Geruduk Kantor DPRD Bawa Enam Tuntutan

Netizensulut.com – Gelombang aspirasi mahasiswa kembali menggema di Sulawesi Utara. Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sulut menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Cengkeh DPRD Provinsi Sulut pada Selasa (5/5/2026). Aksi demonstrasi ini berlangsung dinamis sejak sore hingga malam hari.

Aksi yang mengusung tema “Hardiknas 2026: Dari MBG Hingga Represi: Negara Makin Menjauh dari Rakyat!” ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyuarakan kritik tajam terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Mereka menilai, regulasi yang ada saat ini belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat, khususnya di sektor pendidikan dan ruang lingkup kehidupan kampus.

Dalam orasinya, massa aksi menyampaikan enam tuntutan utama ke hadapan wakil rakyat. Di antaranya, mereka mendesak penghapusan program MBG serta meminta pertanggungjawaban hukum penyelenggara secara transparan. Mahasiswa juga menyoroti keberadaan Koperasi Merah Putih yang dinilai bermasalah, termasuk dugaan berdiri di atas lahan sengketa.

Tak hanya itu, tuntutan lain yang disuarakan adalah kejelasan status dan jaminan kesejahteraan bagi tenaga pendidik, terutama guru honorer. Isu represi terhadap civitas akademika juga menjadi perhatian serius, di mana massa menuntut penghentian segala bentuk tekanan serta jaminan kebebasan berekspresi di lingkungan kampus.

Lebih lanjut, Aliansi Mahasiswa Sulut secara tegas menolak segala bentuk militerisasi kampus, serta mendesak institusi pendidikan untuk lebih tegas dalam menangani kasus kekerasan seksual dengan memastikan perlindungan maksimal bagi korban serta sistem penanganan yang transparan.

Aksi yang berlangsung tertib dan kondusif ini akhirnya diterima langsung oleh sejumlah anggota DPRD Sulut yang menemui massa, yakni Piere Makisanti, Raski Mokodompit, dan Hillary Julia Tuwo.

Dalam kesempatan tersebut, Hillary Tuwo yang menjadi satu-satunya legislator perempuan yang menerima langsung massa aksi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap sikap kritis mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara damai dalam momentum Hari Pendidikan Nasional.

“Kami mengapresiasi adik-adik mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi dengan baik. Ini menunjukkan kepedulian terhadap masa depan pendidikan di Sulawesi Utara,” ujar Hillary.

Hillary juga menegaskan bahwa seluruh tuntutan yang disampaikan oleh Aliansi Mahasiswa Sulut akan diterima secara resmi oleh lembaga kedewanan dan akan segera ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Sulut, termasuk menyampaikannya ke pemerintah pusat.

(Nzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *