Cek Fakta: Geger Video Bunker Rp 6.000 Triliun di Rumah Jokowi, Begini Faktanya

Nasional947 Dilihat

Netizensulut.com- Media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang mengeklaim bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggeledah kediaman mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah.

Dalam narasi tersebut, aparat disebut menemukan bunker berukuran besar yang berisi uang tunai senilai Rp 6.000 triliun dalam berbagai mata uang asing.

Namun, berdasarkan penelusuran mendalam yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut dipastikan sepenuhnya tidak benar alias hoaks.

Rekaman visual yang disebarluaskan terbukti merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).

Penyebaran Narasi Palsu di Media Sosial

Isu ini mula-mula viral setelah sejumlah pengguna platform TikTok dan Facebook membagikannya secara masif pada 18 Juli 2026.

Unggahan tersebut turut memperlihatkan cuplikan yang menggambarkan seolah-olah Jokowi digiring menuju ruang pengadilan dengan ekspresi tertunduk lesu.

Salah satu narasi provokatif yang disertakan dalam unggahan-unggahan tersebut berbunyi:

“….RAKYAT GERUDUK RUMAH BANDIT JOKOWI DI JL. KUTAI NO. 1 SUMBER BANJARSARI SOLO, RAKYAT TERIAK JIHAD FISABILILLAH ALLAHU AKBAR “HUKUM MATI, GANTUNG KORUPTOR DAN SITA & RAMPAS RUMAH & ASET BANDIT JOKOWI UNTUK RAKYAT, BONGKAR BUNKER ISI 6000 TRILYUN HASIL KORUPSI BANDIT JOKOWI…..”

Hasil Investigasi dan Penelusuran Fakta

Berdasarkan analisis visual, rekaman video yang mengeklaim penemuan bunker misterius di Solo itu ternyata menggabungkan dua potongan video berbeda yang disambung menjadi satu.

Potongan Video Pertama: Memuat momen konferensi pers yang dipimpin oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

Potongan Video Kedua: Menampilkan rekayasa visual yang memperlihatkan Jokowi seolah-olah diseret ke meja hijau untuk menjalani proses hukum.

Melalui metode penelusuran gambar terbalik (reverse image search), video pertama teridentifikasi identik dengan arsip milik KompasTV Palembang yang tayang pada 10 Juli 2026.

Tayangan asli itu berjudul “Pamerkan Barang Bukti! Polda Metro Jaya Update 3 Kasus Korupsi Usai Penggeledahan, Siapa Tersangka?”.

Dalam konferensi pers resmi yang berlangsung di Gedung Promoter Mapolda Metro Jaya pada Jumat (10/7/2026) tersebut, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan perihal pengungkapan barang bukti dari penggeledahan di 13 lokasi berbeda.

Penggeledahan itu berkaitan dengan kasus korupsi serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada sektor batu bara PLN, PT Asabri, Krakatau Steel, serta PT CBS-KNI.

Polisi memang memamerkan tumpukan uang tunai dari berbagai pecahan mata uang serta puluhan batang emas hasil sitaan, beserta sejumlah perangkat elektronik seperti monitor komputer dan telepon genggam.

Kendati demikian, total keseluruhan uang yang disita bernilai sekitar Rp 543 miliar dengan berat emas mencapai 74 kilogram, jauh berbeda dari narasi fantastis yang disebarkan pihak tak bertanggung jawab.

Sementara itu, penelusuran pada video kedua menunjukkan kecocokan sempurna dengan unggahan akun TikTok @pring.pethuk28 yang dipublikasikan pada 9 Juli 2026.

Pemilik akun secara terang-terangan memberikan keterangan bahwa konten tersebut dibuat menggunakan AI.

Guna memperkuat kevalidan temuan, uji deteksi menggunakan platform Hive Moderation, menunjukkan hasil bahwa klip tersebut teridentifikasi sebagai produk AI generatif dengan tingkat probabilitas yang sangat tinggi, yakni mencapai 99,9 persen.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil investigasi menyeluruh oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi mengenai penemuan bunker berisi uang triliunan rupiah di kediaman mantan Presiden RI Joko Widodo di Solo adalah berita bohong.

Seluruh visual yang ditampilkan terbukti direkayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan dengan tingkat kepastian mencapai 99,9 persen.

Sementara itu, klip pendukung yang memperlihatkan tumpukan uang merupakan dokumentasi asli konferensi pers pengungkapan kasus korupsi oleh Polda Metro Jaya yang dihelat pada 10 Juli 2026.

Sumber: Kompas.com

(Nzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *