Netizensulut.com, MANADO – Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Gubernur Tahun 2025, Angelia Regina Wenas (ARW), menunjukkan sikap kritis saat pembahasan bersama mitra kerja Komisi I dan Komisi II DPRD Sulut, Senin (13/4/2026).
Dalam forum tersebut, srikandi parlemen ini secara tegas menyoroti maraknya praktik pengeboman ikan di wilayah Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yang dinilai semakin meresahkan.
Menurut Angel Wenas, praktik ilegal tersebut bukan hanya berdampak pada kerusakan ekosistem laut, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup para nelayan lokal yang menggantungkan penghasilan dari hasil laut.
“Ini menjadi keprihatinan serius. Pengeboman ikan tidak hanya merusak terumbu karang dan habitat laut, tetapi juga berdampak langsung pada mata pencaharian masyarakat pesisir,” tegas Personil Komisi II DPRD Sulut itu dalam rapat.
Politisi Partai Demokrat ini menilai persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan yang serius.
Ia mendesak adanya perhatian khusus serta langkah konkret dari instansi teknis, khususnya Dinas Perikanan dan Kelautan.
Penguatan pengawasan di wilayah rawan pun dinilai harus segera dilakukan, termasuk dukungan fasilitas bagi aparat di lapangan agar penindakan terhadap pelaku bisa berjalan lebih efektif.
“Perlu ada pengawasan yang lebih ketat serta dukungan sarana dan prasarana bagi petugas. Tanpa itu, upaya penindakan tidak akan maksimal,” ujar Legislator Dapil BMR itu.
Lebih lanjut, ia mendorong adanya sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian sumber daya laut di Sulawesi Utara.
Keterlibatan semua pihak dinilai menjadi kunci utama dalam menghentikan praktik ilegal tersebut.
ARW berharap, melalui langkah yang terkoordinasi dan berkelanjutan, ekosistem laut dapat tetap terjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Laut adalah sumber kehidupan. Kita harus menjaganya bersama agar manfaatnya bisa dirasakan hingga generasi mendatang,” pungkasnya.
(Nzo)

