Kementan Kucurkan Bantuan Pertanian Skala Besar untuk Sulut, Alokasi Lahan Jagung Melonjak 50 Ribu Hektar

Netizensulut.com, MANADO — Komitmen nyata Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam memajukan sektor agraris membuahkan hasil signifikan.

Berkat sinergi kuat antara Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), Bumi Nyiur Melambai mendapat guyuran bantuan program pertanian skala besar.

Salah satu capaian paling mencolok adalah melonjaknya alokasi lahan untuk program tanaman jagung.

Dari rencana awal yang hanya dipatok sebesar 15.000 hektar, kini kuotanya melesat tajam menjadi 50.000 hektar atau meningkat lebih dari tiga kali lipat.

Peningkatan ini menjadi bukti kepercayaan penuh pemerintah pusat terhadap manajemen pembangunan pertanian di bawah komando Gubernur Yulius Selvanus.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut, Nova Wilhelmina Pangemanan, SPt, MSi, mengungkapkan bahwa saat ini proses realisasi kontrak di Kementan serta penyaluran benih ke tingkat petani di berbagai kabupaten dan kota sedang berjalan secara bertahap.

“Keberhasilan peningkatan alokasi bantuan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendongkrak kesejahteraan para petani di seluruh pelosok Sulawesi Utara,” ujar Nova.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, berikut adalah rincian progres penyaluran benih jagung di sejumlah wilayah Sulut:

Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong): Telah disalurkan 73 ton benih jagung untuk lahan seluas 4.900 hektar.

Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel): Telah disalurkan 37,5 ton benih untuk lahan seluas 2.500 hektar.

Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel): Telah disalurkan 30 ton benih untuk 2.000 hektar, sementara 4.000 hektar sisanya masih dalam proses kontrak.

Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra): Sebanyak 60 ton benih untuk lahan seluas 4.000 hektar saat ini sedang dalam proses distribusi ke petani.

Kota Tomohon: Telah disalurkan 10,5 ton benih untuk area seluas 700 hektar.

Kabupaten Minahasa Utara (Minut): Logistik benih sebanyak 53 ton untuk lahan 3.500 hektar dijadwalkan tiba pada minggu ketiga Juni 2026.

Sementara untuk kabupaten dan kota lainnya yang belum masuk daftar, saat ini tengah berada dalam tahap pengusulan, seleksi, serta verifikasi Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) ke Kementan RI.

Selain benih, lobi strategis Pemprov Sulut juga berhasil merealisasikan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) modern berteknologi tinggi.

Kementan RI secara resmi menindaklanjuti proposal gubernur dengan mengalokasikan unit Traktor Besar Roda Crawler.

Adapun sebaran alokasi traktor modern tersebut meliputi:

  •  Bolmong: 5 unit
  • Minahasa: 5 unit
  • Minsel: 3 unit
  • Mitra: 3 unit
  • Bolsel: 3 unit
  • Kotamobagu: 3 unit

Bantuan traktor tersebut akan segera dikirim dari pusat setelah kelengkapan administrasi nama-nama kelompok tani usulan dari penyuluh dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota rampung, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 2 Tahun 2026.

Tidak berhenti di situ, lompatan besar juga menyasar sektor infrastruktur pengairan.

Provinsi Sulut berhasil mengamankan alokasi Bangunan Konservasi Air di 40 titik yang mencakup pembangunan DAM Parit, long storage, dan embung.

Program pengairan ini nantinya akan diperkuat melalui Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (PITER) serta program Optimalisasi Lahan Sawah seluas 3.000 hektar yang difokuskan pada lahan eks-cetak sawah.

Terkait besarnya potensi bantuan ini, pihak Pemprov Sulut mengimbau Dinas Pertanian di tingkat Kabupaten dan Kota untuk bergerak cepat mengirimkan usulan kelompok tani penerima manfaat.

Kecepatan administrasi ini penting agar dampak dari program pusat ini bisa segera dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

(Nzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *