Netizensulut.com – Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan apresiasi mendalam secara khusus kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ucapan terima kasih tersebut terkait langkah cepat Prabowo dalam merespons surat pimpinan MPR RI mengenai pemulihan nama baik Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Soekarno.
Momen emosional ini disampaikan Megawati saat menghadiri pameran seni rupa bertajuk “Mata Hati Soekarno” yang digelar di Le Gareca Space, Bantul, DI Yogyakarta, pada Sabtu (6/6). Dikutip.
Dihadapan hadirin, Megawati mengungkapkan rasa lega yang amat mendalam setelah puluhan tahun memperjuangkan keadilan sejarah bagi sang ayah.
“Saya terima kasih sama Mas Prabowo, Presiden. Bayangkan, 56 tahun lho saya nunggunya. Ndak pernah, ndak pernah diproses. Untuk apakah beliau punya hukuman atau tidak, tidak,” kata Mega.
Megawati kemudian menyayangkan sikap abai yang sempat bertahan lama di tengah masyarakat terkait jasa-jasa Bung Karno.
Dengan nada bicara yang bergetar, ia mengajak audiens untuk berkaca pada posisi dirinya sebagai seorang anak yang mengagumi perjuangan orang tuanya.
“Lah, rakyatnya masa sih enggak ingat sama beliau? Kebangetan. Kayak apa, kamu kalau bapakmu dibegitukan, terus kamu anak-anaknya, hah, tidak punya perasaan, malah diceplak gitu bae,” sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Megawati juga sempat melempar pertanyaan kepada para hadirin mengenai beratnya masa lalu yang harus ditebus Bung Karno demi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Ia mengingatkan kembali bahwa Bung Karno harus menghabiskan waktu puluhan tahun di balik jeruji besi dan lokasi pembuangan kolonial.
”Tahu ndak? Sampai bisa merdeka, beliau itu dipenjara, dibuang berapa tahun? Ayo, kalau aja ada yang tahu. Ayo. Nah, enggak ada yang tahu toh? 22 tahun coba. Hanya supaya kalian ini sekarang bisa hidup seperti sekarang ini. Eh, kok malam… pemalam… heran aku.”
Megawati juga menyinggung ketetapan masa lalu, khususnya terkait TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 yang sempat mengganjal posisi sejarah Bung Karno.
Ia mengaku heran mengapa publik saat itu cenderung diam tanpa ada riak protes yang berarti atas keputusan tersebut.
”Gimana cobain? Nah, terus waktu dikasih sama Pak Harto, boleh saya memang ngomong terus terang, dikasih Pak Harto… TAP… TAP MPR TAP… Nomor 31 ya? 33, piro? Ha? Ha? Masak TAP isinya sampai saya tuh geleng-geleng kepala. Tapi karena orang Indonesia medti o-o-o piye yo? Enggak ada yang protes, ya meneng aja. Berapa tahun itu baru dicabut kemarin?” Tutur Megawati dalam Video yang sudah viral dimedsos tersebut.
Menutup kesempatannya, Megawati kembali menegaskan rasa syukur atas sikap politik Presiden Prabowo Subianto saat ini yang dinilai berani meluruskan sejarah. Bagi Megawati, kepastian status hukum Bung Karno yang bersih dari kesalahan adalah penantian panjang yang akhirnya terjawab.
”Saya terima kasih sama Mas Bowo, Prabowo Presiden. Bayangkan, 56 tahun lho saya nunggunya. Enggak pernah di… enggak pernah di di di… coba diproses, untuk apakah beliau punya hukuman atau tidak? Tidak.”
Ia juga menyentil pihak-pihak yang kerap mencibir atau mendiskreditkan nama besar Soekarno tanpa melihat esensi perjuangannya secara objektif. Megawati menantang siapapun yang tidak sepakat dengan sikapnya untuk berdiskusi secara terbuka.
”Lah rakyatnya, masak sih enggak ingat sama beliau? Kebangetan! Kayak apa kamu kalau bapakmu digitu-gitukan, terus kamu anak-anaknya tidak punya perasaan, malah dielek-elek gitu wae. Tapi kan kalau saya enggak, saya ngomong terus terang kepada kalian. Kalau enggak setuju, datang sini. Ayo, gitu saya. Mbok kayak gitu.” Tutupnya.

