Netizensulut.com – Memasuki periode musim hujan di berbagai wilayah, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan sejumlah penyakit infeksi berupa penyakit Flu dan DBD.
Perubahan cuaca yang drastis, kelembapan udara yang tinggi, serta munculnya genangan air menciptakan kondisi yang sangat ideal bagi perkembangbiakan virus dan bakteri.
Di antara berbagai gangguan kesehatan yang kerap mendominasi pada musim penghujan, Influenza (flu) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi dua penyakit utama yang paling sering dijumpai dan membutuhkan langkah antisipasi serius.
Berdasarkan data dan panduan resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) serta Dinas Kesehatan, berikut adalah lima langkah preventif yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mencegah penularan flu dan DBD selama musim hujan:
Menerapkan Gerakan 3M Plus untuk Mencegah DBD
Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak pada genangan air bersih.
Kementerian Kesehatan secara konsisten mengkampanyekan penerapan metode 3M Plus sebagai pilar utama pencegahan vektor nyamuk.
Langkah 3M Plus meliputi:
Menguras: Membersihkan dan menyikat dinding tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi, drum, dan penampungan air lainnya.
Menutup: Menutup rapat-rapat segala wadah atau tempat penampungan air agar tidak menjadi akses nyamuk bertelur.
Mendaur Ulang: Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan, seperti botol plastik, kaleng, dan ban bekas.
Plus: Melakukan langkah pencegahan tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan losion atau obat anti nyamuk, memasang kelambu di kamar tidur, serta mengenakan pakaian tertutup saat beraktivitas.
Menjaga Kebersihan Diri dan Cuci Tangan Rutin
Penularan virus influenza sangat masif terjadi di musim hujan akibat suhu udara yang dingin dan interaksi sosial di dalam ruangan yang lebih padat.
Untuk memutus mata rantai penularan virus saluran pernapasan ini, kebersihan diri memegang peranan krusial.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara berkala, terutama setelah bepergian atau menyentuh fasilitas umum.
Selain itu, penerapan etika batuk dan bersin seperti menutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam atau tisu sangat dianjurkan guna mencegah droplet tersebar ke udara.
Meningkatkan Imunitas Tubuh dengan Gizi Seimbang
Daya tahan tubuh yang optimal merupakan benteng pertahanan utama terhadap serangan infeksi virus flu. Asupan nutrisi yang memadai membantu sistem kekebalan tubuh bekerja secara efektif dalam melawan patogen yang masuk.
Dinas Kesehatan menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, lauk pauk protein tinggi, sayur, buah-buahan segar, serta kecukupan cairan tubuh dengan meminum air putih secara teratur.
Penambahan konsumsi vitamin C atau suplemen pendukung sesuai kebutuhan juga dapat dipertimbangkan untuk menjaga stabilitas imunitas harian.
Mengoptimalkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J)
Pengendalian DBD tidak cukup hanya dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan partisipasi kolektif di lingkungan tempat tinggal.
Pemerintah mendorong implementasi program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J).
Melalui program ini, setiap rumah tangga diharapkan menunjuk minimal satu orang sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik) mandiri.
Tugasnya adalah secara berkala memeriksa sudut-sudut rumah dan pekarangan termasuk wadah kulkas, dispenser, vas bunga, serta saluran air guna memastikan tidak ada jentik nyamuk yang berkembang biak di area sekitar tempat tinggal.
Istirahat Cukup dan Segera Akses Layanan Kesehatan jika Gejala Penyakit Flu dan DBD Muncul
Kurangnya waktu istirahat di tengah rutinitas harian dapat melemahkan respons kekebalan tubuh terhadap infeksi.
Masyarakat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan tidur berkualitas selama 7 hingga 9 jam setiap harinya guna mendukung pemulihan dan regenerasi sel imun tubuh.
Apabila anggota keluarga menunjukkan gejala yang mengarah pada infeksi flu berat ataupun tanda awal DBD seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot, mual, atau munculnya bintik/ruam merah pada kulit masyarakat diminta untuk tidak menunda pemeriksaan.
Segera datangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat guna mendapatkan diagnosis dini serta penanganan medis yang cepat dan tepat dari tenaga kesehatan profesional.
(Enzo)

