Membentuk Generasi Emas Lewat Bina Rohani dan Literasi Digital

Netizensulut.com, Tondano – Semangat membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan zaman menjadi benang merah dalam kegiatan Bina Rohani Siswa, program unggulan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Minahasa, yang digelar di SMP Negeri 1 Tondano, Rabu (29/7).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kementerian Agama RI, H. Muhammad Adib Abdushomad, M.Ag., M.Ed., Ph.D, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Deisye Watania, M.M., M.Si., serta Ketua FKUB Kabupaten Minahasa, Pdt. Dr. Evert A. A. Tangel, M.Pd.K. Hadir mendampingi, Kepala Kemenag Minahasa, Pdt. Dolie Tangian, M.Pd. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapus KUB Kementerian Agama RI di Kabupaten Minahasa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Kabid Agama dan PKUB Kementerian Agama RI, Kabid Keagamaan Kesbangpol Kabupaten Minahasa, jajaran pengurus FKUB Minahasa, para guru, serta tenaga kependidikan SMP Negeri 1 Tondano.

Dalam pemaparannya, H. Muhammad Adib Abdushomad mengajak para pelajar untuk menjadi generasi yang cerdas dalam memanfaatkan ruang digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Ia menekankan bahwa literasi digital bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan menjaga etika, menghargai perbedaan, dan mencegah penyebaran hoaks maupun ujaran kebencian.

“Generasi muda harus menjadi pelopor terciptanya ruang digital yang sehat, santun, dan mampu memperkuat persatuan bangsa,” pesannya kepada para siswa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Deisye Watania, mengangkat tema Generasi Emas Indonesia.

Ia mengingatkan para siswa bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang saat ini sedang menempuh pendidikan.

Karena itu, disiplin, semangat belajar, kerja keras, serta karakter yang kuat menjadi modal utama untuk menyongsong Indonesia Emas.

Ia mengajak seluruh peserta didik agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun kepribadian yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

Pada kesempatan yang sama, Ketua FKUB Minahasa, Pdt. Dr. Evert A. A. Tangel, menekankan pentingnya pembentukan akhlak dan moral generasi muda. Menurutnya, kecerdasan tanpa moral akan kehilangan arah, sedangkan karakter yang baik akan menjadi fondasi bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan.

Ia mengajak para siswa untuk menghormati orang tua dan guru, menjaga pergaulan, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, serta merawat kerukunan yang telah menjadi identitas masyarakat Minahasa.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan penuh antusias, berdialog langsung dengan para narasumber, serta memperoleh berbagai inspirasi untuk menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan zaman.

Melalui Program Bina Rohani Siswa ini, FKUB Minahasa kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya damai sejak usia sekolah.

Program tersebut menjadi ruang pembinaan yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menumbuhkan toleransi, semangat kebangsaan, dan kecakapan digital sebagai bekal generasi muda menghadapi masa depan.

Dengan kolaborasi pemerintah, Kementerian Agama, FKUB, dan dunia pendidikan, diharapkan lahir generasi Minahasa yang unggul, berakhlak mulia, serta mampu menjadi perekat persatuan dalam keberagaman Indonesia. (*)

Sumber: Humas dan Komunikasi Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *